- Peneliti di universitas meneliti penyakit Alzheimer dan tes.
- Mereka menggunakan tes kognitif bernama MMSE untuk pemeriksaan.
- Tes memeriksa ingatan, berpikir, dan respon.
- Hasil berbeda antara perempuan dan laki-laki dalam studi.
- Pada laki-laki, otak sering menyusut saat awal MCI.
- Pada perempuan, penurunan otak terjadi lebih tajam kemudian.
- Perempuan mungkin memakai bagian otak lain untuk fungsi.
- Jadi tes standar kadang tidak melihat perubahan itu.
- Penulis menyarankan tes dibaca menurut jenis kelamin.
- Tetap aktif, jaga kesehatan, dan bicarakan risiko keluarga.
Kata-kata sulit
- kognitif — berkaitan dengan kemampuan berpikir dan ingatan
- menyusut — menjadi lebih kecil atau berkurang
- penurunan — proses berkurang jumlah atau ukuran
- fungsi — cara kerja atau tugas suatu bagian
- jenis kelamin — keterangan apakah seseorang laki-laki atau perempuan
- menyarankan — memberi saran atau ide untuk dilakukan
- risiko — kemungkinan terjadi hal buruk atau masalah
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda aktif setiap hari?
- Apakah Anda pernah berbicara tentang risiko kesehatan keluarga?
- Apakah menurut Anda tes harus berbeda untuk perempuan dan laki-laki?
Artikel terkait
Film Dokumenter tentang Igor Kon Raih Penghargaan
Sebuah film dokumenter tentang Igor Kon, yang dikenal sebagai seksolog Soviet pertama, memenangkan hadiah sutradara di Artdocfest pada Maret 2025. Film diproduksi oleh studio Berlin Narra dan koperasi Bereg lalu dirilis di kanal YouTube Meduza.
Sel Korteks Retrosplenial untuk Menemukan Jalan Bertahan Selama Evolusi
Peneliti menemukan bahwa dua tipe sel otak di korteks retrosplenial, yang membantu navigasi, terjaga selama jutaan tahun evolusi. Studi membandingkan neuron tikus dan rat dan meneliti kaitannya dengan penyakit Alzheimer.
Kebutuhan Psikologis Dasar Mempengaruhi Perilaku Minum Alkohol
Penelitian menunjukkan orang yang kebutuhan psikologisnya terpenuhi cenderung minum dengan lebih aman. Studi mengaitkan otonomi, kompetensi, dan koneksi dengan pilihan minum yang lebih bertanggung jawab dan risiko penyalahgunaan lebih rendah.