Para peneliti menemukan minimal dua tipe neuron khusus di korteks retrosplenial yang tampaknya tidak ada di bagian otak lain. Korteks retrosplenial membantu navigasi internal dan penentuan posisi tanpa petunjuk luar, kemampuan yang pernah dijelaskan oleh Charles Darwin sebagai dead reckoning. Omar Ahmed, associate professor psikologi di University of Michigan, menjelaskan bahwa "Korteks retrosplenial berfungsi sebagai sistem GPS bawah sadar untuk otak kita. Ia memiliki neuron khusus yang menghitung arah yang perlu kita ambil untuk menuju tujuan yang diinginkan."
Dalam studi baru, penulis pertama Isla Brooks dan rekan memakai alat berbasis AI untuk membandingkan tanda genetik ribuan neuron. Mereka membandingkan neuron dari korteks retrosplenial tikus dengan neuron dari rat. Meskipun jarak evolusi antara kedua spesies cukup besar, kedua tipe neuron itu dipertahankan, dan salah satu tipe sedikit lebih banyak pada rat.
Para penulis mengatakan neuron-neuron ini kemungkinan penting untuk kelangsungan hidup karena membantu hewan menemukan jalan pulang. Banyak orang dengan penyakit Alzheimer mengalami disorientasi spasial dan tidak bisa menemukan jalan pulang. Laboratorium Ahmed kini menyelidiki apakah neuron khusus yang sama ada di korteks retrosplenial manusia dan apa yang terjadi pada neuron tersebut pada penyakit Alzheimer.
- Setidaknya dua tipe neuron khusus terdapat di korteks retrosplenial.
- Kedua tipe terjaga antar-spesies meskipun evolusi jauh.
- Laboratorium sedang mengecek keberadaan dan perubahan neuron pada manusia.
Kata-kata sulit
- korteks retrosplenial — Bagian otak yang membantu navigasi dan orientasi
- neuron — Sel saraf yang menghantarkan sinyal listrikneuron-neuron
- navigasi internal — Menentukan jalur dan posisi tanpa petunjuk luar
- tanda genetik — Informasi pada DNA yang membedakan sel
- disorientasi spasial — Kondisi kebingungan tentang lokasi dan arah
- kelangsungan hidup — Kemampuan organisme untuk tetap hidup dan bertahan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Jika neuron khusus yang sama ada pada manusia, bagaimana penemuan itu bisa membantu pemahaman tentang penyakit Alzheimer?
- Apa keuntungan mempelajari persamaan neuron antar-spesies untuk memahami fungsi otak?
- Apa pertimbangan etis atau praktis ketika menguji keberadaan neuron pada otak manusia?
Artikel terkait
Pendidik Minta Evolusi Dikembalikan ke Buku Teks di India
Pendidik sains di India meminta pemerintah mengembalikan materi evolusi yang dihapus dari buku pelajaran. Penghapusan dilakukan oleh NCERT untuk meringankan beban belajar setelah pandemi, dan ratusan ilmuwan menolak keputusan itu.
Peneliti Lacak Pergeseran Aktivitas Otak Tikus Sepanjang Hari
Para peneliti menggabungkan eksperimen dan komputasi pada model tikus untuk melihat bagian otak mana yang aktif sepanjang hari. Temuan menunjukkan pergeseran aktivitas dari bagian dalam ke korteks dan bisa membantu memahami kelelahan.
Tes darah baru untuk menilai pengobatan glioblastoma
Peneliti mengembangkan tes darah yang mendeteksi partikel tumor setelah membuka sawar darah-otak. Metode ini menggunakan perangkat ultrasound dan alat bernama GlioExoChip untuk mengubah sampel darah menjadi biopsi cair dan menilai respons pengobatan.
Molekul Waktu dan Talamus Mengatur Ingatan
Penelitian baru menunjukkan bahwa beberapa penunjuk waktu molekuler menentukan apakah kesan jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang. Tim menemukan peran sentral talamus dan menyebut kemungkinan relevansi untuk penyakit seperti Alzheimer.