Para peneliti mengembangkan metode baru yang menggabungkan eksperimen dan komputasi untuk melihat bagian otak mana yang aktif sepanjang hari. Penelitian memakai model tikus dan dipublikasikan di jurnal PLOS Biology. Tim dari tiga negara bekerja bersama; satu kelompok membuat protokol laboratorium untuk memberi tanda pada sel aktif dan yang lain membuat analisis matematis untuk mengikuti neuron dari waktu ke waktu.
Hasil utama menunjukkan pergeseran aktivitas yang konsisten: saat tikus bangun aktivitas lebih banyak di bagian dalam otak, lalu bergerak ke korteks permukaan seiring hari berjalan. Penelitian dimotivasi oleh keinginan memahami kelelahan dan mencari tanda kesiapan untuk pekerjaan berisiko. Metode eksperimen tidak langsung dipakai pada manusia, tetapi para penulis mengatakan pendekatan komputasinya dapat disesuaikan dengan data manusia seperti EEG, PET, atau MRI.
Kata-kata sulit
- mengembangkan — membuat sesuatu baru atau lebih baik
- menggabungkan — menyatukan dua hal atau lebih menjadi satu
- komputasi — proses atau metode perhitungan dengan komputer
- protokol — aturan langkah kerja di laboratorium
- neuron — sel di otak untuk mengirim sinyal
- korteks — lapisan luar otak yang punya fungsi penting
- kesiapan — keadaan siap untuk melakukan tugas atau kerja
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurutmu para peneliti tertarik memahami kelelahan dan kesiapan untuk pekerjaan berisiko?
- Apakah kamu pernah merasa aktivitas pikiran berubah sepanjang hari? Ceritakan singkat.
- Bagaimana data seperti EEG atau MRI bisa membantu menjelaskan aktivitas otak menurutmu?
Artikel terkait
AI memperkuat prakiraan monsun dan membantu petani India
Alat AI seperti NeuralGCM meningkatkan prakiraan monsun di India. Pada musim panas ini, 38 million farmers menerima prakiraan empat minggu sebelum monsun, dan proyek ini akan diperluas ke banyak negara untuk membantu petani merencanakan tanam.
Filter nanofiber yang menangkap CO2 di dalam gedung
Para peneliti mengembangkan filter udara berbahan nanofiber karbon yang menangkap karbon dioksida di dalam bangunan. Filter ini kompatibel dengan sistem HVAC, bisa dipakai ulang, dan berpotensi menurunkan penggunaan energi dan emisi.