Pada 2009, tim lapangan menemukan delapan tulang kaki di wilayah Afar Rift, di situs Woranso-Mille. Tim dipimpin oleh seorang paleoantropolog dari Arizona State University. Kaki itu diberi julukan "Burtele Foot".
Penelitian kemudian mengaitkan kaki tersebut dengan Australopithecus deyiremeda. Analisis isotop pada gigi menunjukkan spesies ini makan makanan dari pohon dan semak. Sebaliknya, spesies Lucy (Australopithecus afarensis) makan lebih beragam, termasuk rumput dan perdu air. Penemuan ini memberi petunjuk tentang bentuk kaki dan pola makan yang berbeda pada hominin awal.
Kata-kata sulit
- paleoantropolog — ilmuwan yang mempelajari manusia purba
- isotop — varian atom dengan jumlah neutron berbeda
- analisis — proses memeriksa data atau bukti
- pola makan — cara atau jenis makanan yang dimakan
- hominin — kelompok primata termasuk manusia purba
- perdu — tanaman kecil seperti semak atau belukar
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa yang ingin Anda ketahui lebih lanjut tentang fosil itu?
- Mengapa menurut Anda dua spesies purba bisa memiliki pola makan berbeda?
- Pernahkah Anda mengunjungi museum sejarah alam atau melihat fosil? Ceritakan singkat.
Artikel terkait
Simulasi Pengalaman Hampir Mati dengan Realitas Virtual Kurangi Rasa Takut
Sebuah studi pilot menemukan bahwa satu sesi realitas virtual yang meniru pengalaman hampir mati menurunkan kecemasan terhadap kematian dan stres pada peserta. Penelitian itu melibatkan mahasiswa dan menggunakan survei sebelum dan sesudah sesi.
Materi Gelap yang Meluruh Bisa Bantu Terbentuknya Lubang Hitam Awal
Penelitian menunjukkan peluruhan materi gelap bisa mengubah kimia galaksi pertama sehingga beberapa awan gas runtuh langsung menjadi lubang hitam, menjelaskan lubang hitam raksasa yang terlihat kurang dari satu miliar tahun setelah Dentuman Besar.
Residu dupa di Pompeii mengungkap bahan lokal dan impor
Analisis residu dari pembakar dupa di Pompeii dan vila dekatnya menemukan tumbuhan lokal, getah pohon yang diduga impor dari kawasan tropis, dan produk anggur yang dipakai dalam ritual. Studi ini memakai teknik laboratorium modern dan ditampilkan di pameran permanen taman arkeologi.