Pada 2009, tim lapangan menemukan delapan tulang kaki di wilayah Afar Rift, di situs Woranso-Mille. Tim dipimpin oleh seorang paleoantropolog dari Arizona State University. Kaki itu diberi julukan "Burtele Foot".
Penelitian kemudian mengaitkan kaki tersebut dengan Australopithecus deyiremeda. Analisis isotop pada gigi menunjukkan spesies ini makan makanan dari pohon dan semak. Sebaliknya, spesies Lucy (Australopithecus afarensis) makan lebih beragam, termasuk rumput dan perdu air. Penemuan ini memberi petunjuk tentang bentuk kaki dan pola makan yang berbeda pada hominin awal.
Kata-kata sulit
- paleoantropolog — ilmuwan yang mempelajari manusia purba
- isotop — varian atom dengan jumlah neutron berbeda
- analisis — proses memeriksa data atau bukti
- pola makan — cara atau jenis makanan yang dimakan
- hominin — kelompok primata termasuk manusia purba
- perdu — tanaman kecil seperti semak atau belukar
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa yang ingin Anda ketahui lebih lanjut tentang fosil itu?
- Mengapa menurut Anda dua spesies purba bisa memiliki pola makan berbeda?
- Pernahkah Anda mengunjungi museum sejarah alam atau melihat fosil? Ceritakan singkat.
Artikel terkait
Model Baru untuk Interior Uranus dan Neptunus
Ilmuwan Universitas Zurich mengembangkan model interior baru yang merombak pandangan terhadap Uranus dan Neptunus, mempertanyakan label "raksasa es" dan menjelaskan medan magnet tidak biasa. Mereka meminta misi khusus untuk jawaban lebih pasti.
Ketidaksetaraan dan cara menghentikan pandemi
Matthew M. Kavanagh mengatakan ketidaksetaraan membuat masyarakat lebih rentan dan memperdalam pandemi. Ia mengusulkan perubahan pada pembiayaan, teknologi, dan kebijakan sosial, termasuk penghentian sementara utang dan pabrik regional untuk produksi vaksin.
Ilmuwan Afrika Selatan Pantau Kualitas Udara Waktu Nyata dengan Metode Fisika Partikel
Ilmuwan di Afrika Selatan mengadaptasi metode fisika partikel untuk sistem AI_r yang memantau kualitas udara waktu nyata menggunakan sensor murah, IoT, dan kecerdasan buatan. Proyek memasang 500 sensor di Sedibeng tahun depan dan mendapat dukungan internasional.