Pada 2009, tim lapangan menemukan delapan tulang kaki di wilayah Afar Rift, di situs Woranso-Mille. Tim dipimpin oleh seorang paleoantropolog dari Arizona State University. Kaki itu diberi julukan "Burtele Foot".
Penelitian kemudian mengaitkan kaki tersebut dengan Australopithecus deyiremeda. Analisis isotop pada gigi menunjukkan spesies ini makan makanan dari pohon dan semak. Sebaliknya, spesies Lucy (Australopithecus afarensis) makan lebih beragam, termasuk rumput dan perdu air. Penemuan ini memberi petunjuk tentang bentuk kaki dan pola makan yang berbeda pada hominin awal.
Kata-kata sulit
- paleoantropolog — ilmuwan yang mempelajari manusia purba
- isotop — varian atom dengan jumlah neutron berbeda
- analisis — proses memeriksa data atau bukti
- pola makan — cara atau jenis makanan yang dimakan
- hominin — kelompok primata termasuk manusia purba
- perdu — tanaman kecil seperti semak atau belukar
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa yang ingin Anda ketahui lebih lanjut tentang fosil itu?
- Mengapa menurut Anda dua spesies purba bisa memiliki pola makan berbeda?
- Pernahkah Anda mengunjungi museum sejarah alam atau melihat fosil? Ceritakan singkat.
Artikel terkait
Peta Biologis Menghubungkan Sel dan Jaringan Otak
Sebuah studi di Nature Communications menggabungkan pemindaian otak, data genetik, dan pencitraan molekuler untuk menunjukkan bagaimana organisasi seluler dan molekuler membentuk jaringan otak besar. Temuan berpotensi mengubah studi kognisi dan gangguan mental.
Bactery: Baterai dari Bakteri Tanah untuk Pertanian
Spin-out dari University of Bath mengembangkan Bactery, baterai yang memanfaatkan bakteri tanah untuk memberi daya sensor dan perangkat IoT di lahan pertanian dengan pasokan listrik sulit. Prototipe diuji sejak 2019 dan perusahaan menargetkan produksi kecil tahun 2026.
Dua Sistem Terinspirasi Alam untuk Menjaga Panel Surya dari Debu
Peneliti Mesir mengembangkan dua sistem terinspirasi alam untuk membersihkan debu gurun dari panel surya. Satu sistem pakai getaran listrik dan lapisan nano, dan satu lagi digerakkan angin; uji lapang menunjukkan pengurangan kehilangan output.