Para peneliti melaporkan bahwa dua tipe sel otak di korteks retrosplenial terkait dengan kemampuan mengetahui posisi. Korteks retrosplenial membantu hewan dan manusia mengetahui posisi dan bergerak antar tempat yang dikenal.
Tim memakai alat AI untuk membandingkan tanda genetik neuron dari tikus dan rat. Mereka menemukan tipe neuron khusus yang terjaga antara spesies, dan satu tipe sedikit lebih banyak pada rat. Banyak penderita Alzheimer mengalami disorientasi spasial, dan laboratorium kini menyelidiki apakah neuron yang sama ada di manusia.
Kata-kata sulit
- neuron — sel yang membawa sinyal dalam otak
- korteks retrosplenial — bagian otak yang membantu mengetahui posisi
- tanda genetik — ciri pada gen di dalam sel
- membandingkan — melihat persamaan dan perbedaan antara dua hal
- disorientasi spasial — keadaan bingung tentang lokasi dan arah
- menyelidiki — mencari tahu informasi atau bukti lebih lanjut
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda penting memeriksa apakah neuron yang sama ada pada manusia? Mengapa?
- Bagaimana menurut Anda alat AI membantu membandingkan tanda genetik?
- Pernahkah Anda merasa bingung arah (disorientasi spasial)? Ceritakan singkat.
Artikel terkait
Fosil Kaki Burtele Ungkap Australopithecus deyiremeda Hidup Bersama Lucy
Tulisan ini melaporkan bahwa tulang kaki yang ditemukan pada 2009 di Afar Rift kini dikaitkan dengan Australopithecus deyiremeda berusia 3,4 juta tahun. Analisis bentuk kaki dan isotop menunjukkan perbedaan anatomi dan pola makan dibandingkan Lucy.
Kecerdasan Terbentuk oleh Jaringan Otak yang Terkoordinasi
Peneliti memakai pencitraan otak untuk melihat bagaimana kecerdasan muncul. Mereka menemukan kecerdasan berasal dari kerja banyak bagian otak yang terintegrasi dan terkoordinasi, bukan dari satu wilayah tunggal, dan temuan ini punya implikasi untuk perkembangan dan sistem buatan.
Menargetkan Sirkuit Otak Kurangi Kambuh Opioid
Peneliti dari Washington State University melaporkan bahwa menargetkan sirkuit antara korteks prelimbik dan thalamus paraventrikular mengurangi perilaku mencari obat pada model praklinis opioid. Studi ini memakai kemogenetika dan optogenetika.
Pencitraan Otak Menjelaskan PTSD pada Penanggapi WTC
Penelitian dengan pemindaian MRI pada penanggapi World Trade Center menemukan perbedaan struktur otak pada mereka yang punya PTSD. Temuan ini mendukung bukti biologis bahwa trauma memengaruhi integritas saraf dan bisa membantu diagnosis serta perawatan.