Data dari program kesehatan WTC, termasuk Program WTC Health and Wellness Stony Brook Medicine, menunjukkan banyak penanggapi mengalami PTSD dan masih merasakan gejala hampir 25 tahun setelah serangan. Laporan menyebut sekitar 23 persen penanggapi mengembangkan gangguan stres pascatrauma.
Studi ini memindai sekitar 99 penanggapi, kira-kira setengahnya dengan PTSD dan setengahnya tanpa. Para peneliti menggunakan MRI untuk mengukur kontras abu-putih (GWC) di batas antara materi kelabu dan materi putih. Mereka menemukan perbedaan struktural yang terkait gejala pengulangan pengalaman trauma, dan menggabungkan GWC dengan penanda intracortical lain membantu mengidentifikasi penanggapi dengan PTSD.
Kata-kata sulit
- penanggapi — orang yang merespons atau hadir saat kejadian
- gangguan stres pascatrauma — masalah kesehatan mental setelah mengalami peristiwa traumatis
- gejala — tanda atau perubahan tubuh atau perasaan
- memindai — menggunakan alat untuk melihat bagian dalam
- kontras abu-putih — perbedaan warna antara bagian abu-abu dan putih
- materi kelabu — jaringan otak yang mengandung banyak sel saraf
- materi putih — jaringan otak yang mengandung serat saraf bermielin
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa penting meneliti penanggapi bertahun-tahun setelah serangan?
- Bagaimana perasaan Anda jika seseorang masih merasakan gejala trauma setelah bertahun-tahun?
- Mengapa peneliti menggunakan MRI untuk melihat perbedaan struktur otak?
Artikel terkait
Brazil Dekriminalisasi Kepemilikan Ganja untuk Penggunaan Pribadi
Pada Juni 2024 Mahkamah Agung Brazil menyetujui dekriminalisasi kepemilikan ganja untuk penggunaan pribadi. Kepemilikan hingga batas tertentu dianggap bukan tindak pidana, dan keputusan itu berpotensi mengurangi kepadatan penjara.
Dosis Kemoterapi Lebih Rendah Bantu Pasien Limfoma Usia 80+
Studi menunjukkan pasien limfoma usia 80 tahun ke atas dapat sembuh atau hidup lebih lama dengan dosis kemoterapi yang lebih rendah. Penelitian ini menggunakan data klinik komunitas dan menilai rejimen mini-R-CHOP serta rencana uji klinis baru dengan mosunetzumab.