Data dari program kesehatan WTC, termasuk Program WTC Health and Wellness Stony Brook Medicine, menunjukkan banyak penanggapi mengalami PTSD dan masih merasakan gejala hampir 25 tahun setelah serangan. Laporan menyebut sekitar 23 persen penanggapi mengembangkan gangguan stres pascatrauma.
Studi ini memindai sekitar 99 penanggapi, kira-kira setengahnya dengan PTSD dan setengahnya tanpa. Para peneliti menggunakan MRI untuk mengukur kontras abu-putih (GWC) di batas antara materi kelabu dan materi putih. Mereka menemukan perbedaan struktural yang terkait gejala pengulangan pengalaman trauma, dan menggabungkan GWC dengan penanda intracortical lain membantu mengidentifikasi penanggapi dengan PTSD.
Kata-kata sulit
- penanggapi — orang yang merespons atau hadir saat kejadian
- gangguan stres pascatrauma — masalah kesehatan mental setelah mengalami peristiwa traumatis
- gejala — tanda atau perubahan tubuh atau perasaan
- memindai — menggunakan alat untuk melihat bagian dalam
- kontras abu-putih — perbedaan warna antara bagian abu-abu dan putih
- materi kelabu — jaringan otak yang mengandung banyak sel saraf
- materi putih — jaringan otak yang mengandung serat saraf bermielin
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa penting meneliti penanggapi bertahun-tahun setelah serangan?
- Bagaimana perasaan Anda jika seseorang masih merasakan gejala trauma setelah bertahun-tahun?
- Mengapa peneliti menggunakan MRI untuk melihat perbedaan struktur otak?
Artikel terkait
Pengganti Daging Nabati Ubah Lemak dalam ASI dalam Enam Hari
Uji klinis kecil menemukan bahwa mengganti daging sapi dengan pengganti daging nabati mengubah jenis lemak dalam ASI hanya dalam enam hari. Peneliti mengatakan perubahan itu mungkin berpengaruh pada perkembangan otak dan kekebalan bayi.
Vaksin eksperimental menunjukkan hasil menjanjikan untuk CCHF pada tikus
Studi pada tikus melaporkan vaksin eksperimental terhadap Crimean-Congo hemorrhagic fever (CCHF) yang menggunakan partikel mirip virus tidak replikasi. Antibodi terdeteksi hingga 18 bulan dan langkah berikutnya adalah produksi skala besar sebelum uji klinis manusia.
Gagandeep Kang: Vaksin Rotavirus dan Pencegahan Wabah di India
Gagandeep Kang meminta India menyiapkan alat untuk mencegah wabah virus dengan mengembangkan vaksin rotavirus buatan dalam negeri dan memperkuat surveilans. Ia menekankan pentingnya pemerataan vaksin, bukti ilmiah, dan komunikasi sains yang berkelanjutan.
Studi: Autoantibodi Serang Otak pada Long COVID
Penelitian yang dipimpin oleh Akiko Iwasaki dan dipublikasikan di jurnal CELL menemukan bahwa beberapa pasien long COVID memiliki autoantibodi yang menyerang jaringan otak dan saraf. Transfer antibodi ini ke tikus menyebabkan gejala serupa dan menuntut penelitian lebih lanjut.