Penelitian yang diterbitkan di jurnal Science Immunology meneliti apakah mikrobiota usus memengaruhi siapa yang menjadi rentan terhadap infeksi bakteri sekunder setelah infeksi virus pernapasan primer. Tim fokus pada segmented filamentous bacteria (SFB), mikroba usus yang hidup pada permukaan luar usus beberapa mamalia, dan melakukan percobaan pada tikus.
Setelah terinfeksi virus influenza A, tikus percobaan dipaparkan pada patogen bakteri pernapasan umum, termasuk Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Staphylococcus aureus. Hasil menunjukkan bahwa keberadaan SFB memberikan perlindungan nyata terhadap infeksi sekunder yang sering mematikan; penulis mencatat bahwa banyak penyakit dan kematian selama pandemi influenza disebabkan oleh infeksi bakteri sekunder seperti ini.
Studi menjelaskan mekanisme protektif SFB: meskipun SFB hanya hidup di permukaan usus, keberadaannya mengubah perilaku makrofag alveolar di paru-paru. SFB mereprogram sel-sel ini secara epigenetik sehingga makrofag tetap berfungsi dan tidak mengalami disfungsionalitas yang biasanya dipicu oleh influenza. Dengan begitu, pertahanan terhadap bakteri pernapasan tetap kuat.
Penulis utama Vu Ngo dari Institute for Biomedical Sciences, Georgia State University, menyatakan bahwa penambahan satu spesies bakteri dapat mengubah respons makrofag paru. Penulis senior Andrew T. Gewirtz berharap mekanisme reprograming ini dapat diadaptasi menjadi pendekatan farmakologis baru yang mengurangi keparahan berbagai infeksi pernapasan. Penelitian ini dibiayai oleh National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) dari National Institutes of Health.
Kata-kata sulit
- mikrobiota — kumpulan mikroorganisme yang hidup di tubuhmikrobiota usus
- infeksi sekunder — penyakit kedua yang muncul setelah penyakit awalinfeksi bakteri sekunder
- makrofag alveolar — sel darah putih di paru-paru yang melawan kuman
- epigenetik — perubahan pada ekspresi gen tanpa mengubah DNA
- patogen — organisme yang menyebabkan penyakit pada inang
- disfungsionalitas — keadaan tidak berfungsi dengan baik atau normal
- keparahan — tingkat serius atau beratnya suatu penyakit
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana hasil studi ini bisa memengaruhi strategi pencegahan atau pengobatan infeksi pernapasan di masa depan? Berikan alasan.
- Apa keuntungan dan risiko yang mungkin timbul jika mencoba memodifikasi mikrobiota usus manusia untuk melindungi paru-paru?
- Menurut Anda, apakah lebih realistis mengembangkan obat yang meniru efek SFB atau memindahkan bakteri itu sendiri ke pasien? Jelaskan pilihan Anda.
Artikel terkait
AI bantu layanan kesehatan di Sudan
Sistem kesehatan Sudan tertekan setelah hampir dua tahun perang. WHO memperingatkan kekurangan staf dan obat. Pejabat kesehatan mengatakan Sudan mulai memakai kecerdasan buatan untuk membantu perawatan di tempat layanan tradisional tidak lagi menjangkau.
Antibodi Rekayasa untuk Melawan HCMV
Peneliti mengembangkan antibodi rekayasa yang mencegah human cytomegalovirus (HCMV) mengelabui sistem kekebalan. Dalam uji laboratorium antibodi ini mengurangi penyebaran virus, namun masih diperlukan pengujian lebih lanjut sebelum dipakai secara klinis.