Bunga potong segar kini muncul di tempat baru, seperti dekat sayuran, di kasir apotek, dan di pom bensin. Sebuah tim di College of Agricultural and Environmental Sciences, University of Georgia, menggabungkan hortikultura dan ekonomi pertanian untuk mempelajari perilaku pembeli bunga.
Studi mewakili populasi nasional dan melibatkan lebih dari 8.500 konsumen. Para peneliti menemukan 13 tipe konsumen dan meneliti apa yang dibeli orang, seberapa sering, serta alasan mereka. Pembeli dalam setahun terakhir melaporkan suasana hati yang meningkat dan stres berkurang.
Kata-kata sulit
- bunga potong — bunga yang dipotong untuk dijual
- hortikultura — ilmu tentang tanaman hias dan sayuran
- ekonomi pertanian — studi tentang uang dan produksi pertanian
- perilaku — cara orang bertindak atau bereaksi
- populasi — kumpulan orang atau hewan dalam area tertentu
- melaporkan — mengatakan atau menulis hasil atau informasi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah Anda membeli bunga potong? Di mana Anda membelinya?
- Mengapa menurut Anda bunga bisa membuat suasana hati menjadi lebih baik?
Artikel terkait
Pola pikir "semua-atau-tidak sama sekali" pada olahraga
Peneliti menemukan bahwa pola pikir "semua-atau-tidak sama sekali" membuat orang meninggalkan rencana olahraga. Studi ini mengidentifikasi empat unsur pola pikir itu dan memberi saran berpikir ulang agar orang lebih konsisten berolahraga.
Antibodi Rekayasa untuk Melawan HCMV
Peneliti mengembangkan antibodi rekayasa yang mencegah human cytomegalovirus (HCMV) mengelabui sistem kekebalan. Dalam uji laboratorium antibodi ini mengurangi penyebaran virus, namun masih diperlukan pengujian lebih lanjut sebelum dipakai secara klinis.
Tidur Anak dan Risiko Bunuh Diri pada Keluarga Berpenghasilan Rendah
Penelitian menunjukkan memperbaiki kualitas tidur dapat mengurangi risiko pikiran dan percobaan bunuh diri pada anak, terutama di keluarga berpenghasilan rendah. Konektivitas jaringan otak tertentu tampak memberi perlindungan terhadap efek tidur yang buruk.