Sebuah tim peneliti dari University of Michigan, Harvard, dan Duke mengatakan banyak makanan ultra-olahan memiliki sifat adiktif mirip tembakau. Analisis ini dimuat di The Milbank Quarterly dan menggabungkan ilmu kecanduan, penelitian nutrisi, serta sejarah regulasi tembakau.
Para peneliti memberi contoh camilan kemasan, minuman manis, makanan siap saji, dan banyak makanan cepat saji. Mereka menemukan produk tersebut sering diformulasikan untuk meningkatkan sensasi nikmat di otak dan mendorong kebiasaan sehingga lebih sulit dihentikan.
Ashley Gearhardt, penulis utama, menegaskan bukan berarti makan sama dengan merokok. Namun mereka menyarankan agar kebijakan pangan dan pandangan publik bergeser dari menyalahkan individu ke menilai tanggung jawab perusahaan.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang melakukan penelitian ilmiah
- ultra-olahan — makanan sangat diproses oleh industri
- adiktif — menyebabkan rasa ingin mengulang makan
- kecanduan — keadaan ingin terus melakukan sesuatu
- kebiasaan — perilaku yang dilakukan berulang kali
- kebijakan — aturan atau keputusan dari pemerintah
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda setuju pandangan bahwa perusahaan harus dinilai, bukan hanya individu? Jelaskan singkat.
- Pernahkah Anda merasa susah berhenti makan camilan tertentu? Ceritakan pengalaman singkat.
Artikel terkait
Sensor Rumah dan AI Pantau Perubahan Kesehatan pada Pasien ALS
Tim di University of Missouri menguji sistem yang menggabungkan sensor rumah dan kecerdasan buatan untuk melacak perubahan fungsi sehari-hari pada pasien ALS. Tujuannya mendeteksi masalah lebih awal dan membantu tindakan klinis cepat.
Platform Baru Pantau Demam Berdarah Secara Bulanan
Global Dengue Observatory adalah platform dari LSHTM yang memantau tren demam berdarah bulanan menggunakan data WHO dan proyek OpenDengue. Alat ini membantu menyoroti kenaikan, keterlambatan pelaporan, dan pola regional seperti di Amerika Latin.
Kondisi Kesehatan Mental Tingkatkan Risiko Cedera
Studi besar menemukan orang dengan kondisi kesehatan mental lebih sering mengalami cedera fisik, termasuk melukai diri sendiri, penyerangan, serta kecelakaan dan jatuh. Penelitian menyoroti perlunya pencegahan cedera dalam layanan kesehatan mental.
Ketidaksetaraan dan cara menghentikan pandemi
Matthew M. Kavanagh mengatakan ketidaksetaraan membuat masyarakat lebih rentan dan memperdalam pandemi. Ia mengusulkan perubahan pada pembiayaan, teknologi, dan kebijakan sosial, termasuk penghentian sementara utang dan pabrik regional untuk produksi vaksin.