- Di Afrika kini ada dua vaksin malaria yang baru.
- Vaksin itu membantu melindungi anak-anak dari penyakit.
- Perlindungan vaksin hanya sebagian dan tidak sempurna.
- Setiap anak harus menerima empat dosis vaksin ini.
- Pemberian empat dosis menambah beban layanan kesehatan setempat.
- Beberapa negara sudah melakukan program percontohan.
- Cakupan dosis pertama cukup tinggi pada awalnya.
- Ahli mengatakan vaksin bukan solusi tunggal melawan malaria.
- Perlu alat lain seperti kelambu dan penyemprotan.
- Penelitian vaksin generasi berikutnya terus berlanjut.
Kata-kata sulit
- vaksin — obat untuk mencegah penyakit dengan suntikan
- malaria — penyakit yang ditularkan nyamuk di manusia
- dosis — jumlah obat yang diberikan pada satu waktu
- melindungi — mencegah seseorang sakit atau terluka
- layanan kesehatan — pelayanan medis untuk merawat orang sakit
- kelambu — jaring dari kain untuk melindungi dari nyamuk
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah tidur di bawah kelambu?
- Apakah kamu setuju anak-anak mendapat vaksin ini?
- Apakah di tempatmu ada layanan kesehatan setempat?
Artikel terkait
Peradangan Kaitan dengan Pilihan Bersosialisasi di Media Sosial
Studi menemukan orang dengan peradangan lebih tinggi cenderung berinteraksi lewat media sosial daripada bertemu langsung. Penelitian dipimpin oleh David Lee dari University at Buffalo dan dipublikasikan di Scientific Reports.
Semprotan Berkabut Tanpa Jarum untuk Mengobati Infeksi Kebal Obat
Peneliti dari Universitas Missouri mengembangkan semprotan berkabut tanpa jarum yang mengantar antibiotik pilihan terakhir langsung ke jaringan yang terinfeksi. Metode ini diuji untuk mengatasi MRSA sambil mengurangi risiko kerusakan organ.
Terapi Alternatif Terkait Kelangsungan Hidup Kanker Payudara
Sebuah studi menemukan penggunaan pengobatan komplementer dan alternatif (CAM) terkait dengan penurunan kelangsungan hidup pasien kanker payudara. Analisis data lebih dari 2 juta pasien menunjukkan risiko kematian lebih tinggi pada pengguna CAM saja dan pada kombinasi terapi.