Penelitian menemukan hubungan antara peradangan dan cara orang bersosialisasi. Orang dengan peradangan lebih tinggi cenderung menggunakan media sosial untuk berinteraksi daripada bertemu langsung.
Peneliti mengukur peradangan dengan protein C-reaktif (CRP) dalam darah dan melihat waktu layar ponsel peserta untuk penggunaan media sosial. Hasilnya lebih kuat pada orang yang cenderung introvert dan mudah cemas.
Kata-kata sulit
- peradangan — reaksi tubuh terhadap luka atau infeksi
- bersosialisasi — berinteraksi atau bergaul dengan orang lain
- cenderung — lebih sering memilih atau melakukan sesuatu
- protein C-reaktif — protein dalam darah yang menunjukkan peradangan
- introvert — orang yang lebih nyaman sendiri atau pendiam
- cemas — merasa khawatir atau gelisah tentang sesuatu
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda lebih suka berinteraksi lewat media sosial atau bertemu langsung? Mengapa?
- Pernahkah Anda merasa cemas lalu memilih media sosial daripada bertemu orang? Ceritakan singkat.
- Bagaimana Anda biasanya mengurangi rasa cemas saat harus bertemu orang baru?
Artikel terkait
Mengapa Orang Membagikan Berita Palsu di Media Sosial
Sebuah studi menemukan orang sering membagikan berita palsu karena konten itu terasa emosional atau relevan, bukan hanya karena benar. Peneliti mengembangkan Model COP dan menganalisis cuitan COVID-19 untuk melihat pengaruh nada dan relevansi.
Penelitian: Turbin Angin Tidak Menyebabkan Masalah Kesehatan Besar
Peneliti dari tiga universitas meneliti apakah turbin angin menimbulkan masalah kesehatan. Mereka menggunakan data lokasi turbin, catatan pembelian, dan data longitudinal rumah tangga untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah pemasangan.