Pekerjaan Gig Digital di AfrikaCEFR A2
19 Mar 2026
Diadaptasi dari Adesewa Olofinko, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Desola Lanre-Ologun, Unsplash
Pekerjaan gig digital di Afrika tumbuh sejak sekitar 2015 dan meningkat lagi setelah 2020. Kota-kota seperti Lagos, Accra, dan Nairobi menjadi pusat untuk pengantaran, mengemudi, dan pekerjaan digital tanpa batas negara.
Sekarang lebih dari 21 juta orang Afrika memperoleh penghasilan lewat gig, baik paruh waktu maupun penuh. Banyak pekerja menggunakan ponsel pintar, laptop, dan platform online untuk menemukan klien di luar negeri, lalu menyesuaikan jam kerja agar cocok dengan zona waktu klien.
Namun biaya platform dan pengeluaran seperti bahan bakar dan perawatan tetap jadi tantangan, meski pekerjaan gig memberi fleksibilitas terutama bagi perempuan.
Kata-kata sulit
- gig — Pekerjaan singkat atau lepas lewat platform daring
- pengantaran — Kegiatan mengirim barang ke alamat orang lain
- platform — Situs atau aplikasi tempat bertemu pekerja dan klienplatform online
- paruh waktu — Bekerja beberapa jam, tidak penuh waktu
- menyesuaikan — Mengubah sesuatu agar cocok dengan kondisi lain
- pengeluaran — Uang yang dipakai untuk kebutuhan atau biaya
- fleksibilitas — Kemampuan atur waktu kerja sendiri dengan mudah
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah bekerja paruh waktu atau lepas? Ceritakan singkat.
- Menurutmu, bagaimana platform daring bisa membantu pekerja gig?
- Mengapa pekerjaan gig memberi fleksibilitas terutama bagi perempuan?
Artikel terkait
Aplikasi 'Are You Dead Yet?' dan kesepian kaum muda di China
Aplikasi ponsel bernama “Are You Dead Yet?” tiba-tiba populer di Apple App Store China pada Januari 2026. Aplikasi ini meminta kontak darurat dan check-in rutin, dan menonjolkan kecemasan sosial di kalangan anak muda yang tinggal sendiri.