Sebuah tim di University of Missouri sedang menguji sistem yang menggabungkan sensor rumah dan kecerdasan buatan untuk memantau pasien ALS. ALS adalah penyakit yang merusak sel saraf dan menyebabkan kelemahan serta masalah berbicara, menelan, dan bernapas. Karena perkembangan penyakit berbeda tiap orang, dokter sering kekurangan informasi antara kunjungan.
Sensor awalnya dikembangkan oleh Marjorie Skubic dan Marilyn Rantz untuk memantau orang tua di rumah. Bill Janes menyesuaikan sensor itu untuk pasien ALS. Sinyal sensor dikirim nirkabel lewat dua kotak kecil ke sistem universitas. Para peneliti memakai pembelajaran mesin untuk memperkirakan skor pada ALSFRS-R. Tujuan utama adalah mendeteksi perubahan awal agar bisa mencegah jatuh atau rawat inap.
Kata-kata sulit
- sensor — alat yang mengukur atau mendeteksi sesuatu di rumahSinyal sensor
- kecerdasan buatan — komputer atau program yang meniru kemampuan manusia
- pembelajaran mesin — cara membuat komputer belajar dari data
- pasien — orang yang menerima perawatan medis
- sel saraf — sel di tubuh yang mengirim sinyal
- kelemahan — kurangnya kekuatan atau kemampuan tubuh
- rawat inap — perawatan di rumah sakit dengan menginap
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Menurutmu, bagaimana sensor di rumah bisa membantu pasien yang sakit?
- Apa informasi penting yang sebaiknya dokter ketahui antara kunjungan?
Artikel terkait
Aplikasi 'Are You Dead Yet?' dan kesepian kaum muda di China
Aplikasi ponsel bernama “Are You Dead Yet?” tiba-tiba populer di Apple App Store China pada Januari 2026. Aplikasi ini meminta kontak darurat dan check-in rutin, dan menonjolkan kecemasan sosial di kalangan anak muda yang tinggal sendiri.
Undangan Acara Sosial Bisa Bantu atau Membebani Karyawan
Penelitian menemukan undangan untuk acara setelah jam kerja berdampak berbeda pada karyawan: beberapa merasa lebih terhubung, sedangkan yang pemalu sering merasa cemas dan tertekan. Waktu dan cara mengundang juga memengaruhi kinerja.
Mindfulness membantu pasangan menghadapi masa sulit
Penelitian University of Georgia pada lebih dari 400 pasangan yang menerima bantuan pemerintah menemukan bahwa tingkat mindfulness lebih tinggi berkaitan dengan keyakinan hubungan yang lebih kuat dan kualitas pengasuhan bersama yang lebih baik.