Para peneliti menguji ide bahwa kecerdasan bukan dari satu bagian otak saja, melainkan muncul dari pola kerja banyak bagian otak. Mereka memakai pencitraan otak dan data dari dua kelompok orang dewasa untuk melihat struktur dan fungsi otak bersama-sama.
Hasil studi menunjukkan kecerdasan bergantung pada integrasi jarak jauh dan koordinasi antar bagian otak. Wilayah kontrol membantu memilih dan mengatur jaringan yang tepat. Temuan ini juga memberi petunjuk tentang perkembangan, penuaan, dan kemungkinan penerapan pada sistem buatan.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang melakukan studi atau penelitian
- pencitraan — cara membuat gambar bagian dalam otak
- integrasi — penggabungan bagian menjadi sistem yang terhubung
- koordinasi — kerja sama antar bagian untuk tujuan bersama
- wilayah kontrol — bagian otak yang membantu memilih dan mengatur
- penerapan — penggunaan ide atau metode dalam praktik nyata
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu setuju kecerdasan muncul dari banyak bagian otak? Mengapa?
- Bagaimana menurutmu penelitian ini bisa membantu pemahaman tentang penuaan?
- Menurutmu, bagaimana hasil studi ini bisa digunakan untuk sistem buatan?
Artikel terkait
Peneliti Pakai Pola Kelompok Burung untuk Kurangi Halusinasi AI
Peneliti mengembangkan langkah pra-proses yang menata kalimat seperti kelompok burung sebelum AI membuat ringkasan. Cara ini mengurangi kesalahan fakta pada ringkasan, tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan risiko halusinasi.
Otak dan suara: mengapa anjing laut bisa meniru
Studi yang diterbitkan di Science dan dipimpin oleh Emory University serta New College of Florida menemukan jalur saraf pada otak yang menjelaskan mengapa beberapa anjing laut mampu mengontrol dan meniru suara, sementara anjing liar biasanya tidak.
Respons terhadap Kesalahan Memprediksi Perilaku Menghindar
Peneliti menemukan bahwa cara orang merespons kesalahan dapat memprediksi kecenderungan menghindar. Studi mengikuti peserta dengan gejala kecemasan dan depresi, mengukur aktivitas otak setelah kesalahan dan kembali satu tahun kemudian.