Peneliti di Texas A&M University mempelajari bagaimana orang merespons saat membuat kesalahan. Mereka mengikuti 74 orang yang melaporkan gejala kecemasan, depresi, PTSD, atau OCD.
Para peneliti mengukur aktivitas otak segera setelah kesalahan dan mengukurnya lagi satu tahun kemudian. Mereka menemukan pola yang disebut "blunting", yaitu pengurangan respons emosional otak terhadap kesalahan seiring waktu. Orang yang awalnya bereaksi kuat lalu mengalami blunting cenderung menjadi lebih menghindar.
Kata-kata sulit
- peneliti — Orang yang melakukan penelitian ilmiahPara peneliti
- gejala — Tanda atau bukti adanya penyakit atau masalah
- kecemasan — Perasaan khawatir atau takut yang berlebihan
- mengukur — Menentukan ukuran atau jumlah sesuatumengukurnya
- pola — Susunan atau cara sesuatu terjadi berulang
- menghindar — Menjauh atau tidak menghadapi sesuatu yang sulit
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu menghindar setelah membuat kesalahan? Ceritakan singkat.
- Mengapa menurutmu peneliti mengukur aktivitas otak lagi satu tahun kemudian?
- Sebutkan salah satu kondisi mental yang disebut dalam artikel.
Artikel terkait
AI dapat memperkirakan risiko ADHD dari catatan kesehatan anak
Peneliti menemukan kecerdasan buatan bisa memakai catatan kesehatan elektronik untuk memperkirakan risiko anak mengembangkan ADHD beberapa tahun sebelum diagnosis biasa. Identifikasi dini dapat mempercepat dukungan yang membantu hasil jangka panjang.
Remaja di Hong Kong Menggunakan Chatbot sebagai Teman Emosional
Laporan 12 Oktober 2025 menunjukkan remaja di Hong Kong memakai chatbot seperti Xingye dan Character.AI untuk dukungan emosional. Para ahli peringatkan risiko, dan beberapa pengembang mencoba membuat alat yang lebih aman.
Otak dan suara: mengapa anjing laut bisa meniru
Studi yang diterbitkan di Science dan dipimpin oleh Emory University serta New College of Florida menemukan jalur saraf pada otak yang menjelaskan mengapa beberapa anjing laut mampu mengontrol dan meniru suara, sementara anjing liar biasanya tidak.