Peneliti di Texas A&M University mempelajari bagaimana orang merespons saat membuat kesalahan. Mereka mengikuti 74 orang yang melaporkan gejala kecemasan, depresi, PTSD, atau OCD.
Para peneliti mengukur aktivitas otak segera setelah kesalahan dan mengukurnya lagi satu tahun kemudian. Mereka menemukan pola yang disebut "blunting", yaitu pengurangan respons emosional otak terhadap kesalahan seiring waktu. Orang yang awalnya bereaksi kuat lalu mengalami blunting cenderung menjadi lebih menghindar.
Kata-kata sulit
- peneliti — Orang yang melakukan penelitian ilmiahPara peneliti
- gejala — Tanda atau bukti adanya penyakit atau masalah
- kecemasan — Perasaan khawatir atau takut yang berlebihan
- mengukur — Menentukan ukuran atau jumlah sesuatumengukurnya
- pola — Susunan atau cara sesuatu terjadi berulang
- menghindar — Menjauh atau tidak menghadapi sesuatu yang sulit
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu menghindar setelah membuat kesalahan? Ceritakan singkat.
- Mengapa menurutmu peneliti mengukur aktivitas otak lagi satu tahun kemudian?
- Sebutkan salah satu kondisi mental yang disebut dalam artikel.
Artikel terkait
Locus coeruleus membantu otak ganti strategi
Peneliti di University of California, Riverside menemukan bagian kecil di batang otak, locus coeruleus (LC), yang membantu otak melepaskan aturan lama dan mengadopsi aturan baru. Penelitian ini pakai tugas pada tikus dan rekaman aktivitas otak.
Sensor Protein Baru Membuat Aktivitas Molekuler Terlihat oleh MRI
Peneliti di UC Santa Barbara mengembangkan sensor protein yang dikodekan secara genetik untuk membuat aktivitas molekuler terlihat lewat MRI. Sistem modular ini, bernama MAPPER, berpotensi membantu studi kanker, neurodegenerasi, dan peradangan.
Aplikasi dan pesan teks bantu kesehatan mental mahasiswa
Penelitian besar menemukan aplikasi ponsel ditambah pendampingan lewat pesan teks mengurangi depresi, kecemasan, dan gangguan makan pada mahasiswa. Lebih dari 6.200 mahasiswa ikut serta dan hasil dipublikasikan di Nature Human Behavior.