Serangan panik dapat terasa seperti serangan jantung karena kedua kondisi sering menimbulkan nyeri atau ketidaknyamanan di dada, detak jantung cepat, dan sesak napas. Serangan panik adalah episode kecemasan hebat yang muncul tiba-tiba dan biasanya mencapai puncak dalam beberapa menit; gejala sering mereda dalam 20–60 menit dan kadang berkurang dengan obat anti-kecemasan.
Gejala serangan panik juga bisa termasuk keringat, gemetar, perasaan tersedak, mual, dan pusing. Sebaliknya, serangan jantung terjadi saat aliran darah ke bagian otot jantung tersumbat, biasanya oleh bekuan darah, sehingga oksigen tidak mencapai jantung.
Perbedaan utama adalah cara mulai dan lamanya gejala: serangan jantung biasanya mulai bertahap, menajam, dan tidak hilang tanpa perawatan medis seperti obat pengurai bekuan atau prosedur untuk memulihkan aliran darah. Jika nyeri dada atau gejala lain bertahan atau memburuk, segera cari perawatan darurat atau panggil 9-1-1.
Kata-kata sulit
- serangan panik — episode kecemasan hebat yang muncul tiba-tiba
- serangan jantung — kerusakan jantung karena aliran darah tersumbat
- kecemasan — perasaan khawatir atau takut yang kuat
- gejala — tanda atau keluhan yang dirasakan tubuh
- bekuan darah — gumpalan darah yang bisa menyumbat pembuluh
- sesak napas — kesulitan bernapas atau perasaan tidak cukup napas
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu atau orang dekatmu mengalami serangan panik atau gejala mirip serangan jantung? Ceritakan singkat apa yang terjadi.
- Jika seseorang tiba-tiba mengalami nyeri dada di tempat umum, apa langkah pertama yang menurutmu paling tepat?
- Kapan menurutmu lebih baik memilih perawatan darurat daripada mencoba obat sendiri untuk mengatasi gejala seperti di teks?
Artikel terkait
Paparan PM2.5 Sebelum Operasi Tingkatkan Risiko Komplikasi
Penelitian di Wasatch Front (Utah) menemukan paparan PM2.5 tinggi pada minggu sebelum operasi terkait peningkatan komplikasi pascaoperasi. Studi menganalisis hampir 50.000 operasi dan menggunakan data sensor EPA, tingkat negara, serta satelit.
AI bantu layanan kesehatan di Sudan
Sistem kesehatan Sudan tertekan setelah hampir dua tahun perang. WHO memperingatkan kekurangan staf dan obat. Pejabat kesehatan mengatakan Sudan mulai memakai kecerdasan buatan untuk membantu perawatan di tempat layanan tradisional tidak lagi menjangkau.
Transplantasi sel bantu kesehatan jantung setelah cedera sumsum tulang belakang
Para peneliti menguji transplantasi sel pada tikus untuk memperbaiki kontrol saraf atas tekanan darah dan denyut jantung setelah cedera sumsum tulang belakang. Hasil menunjukkan perbaikan saraf, namun respons hormon berlebih tetap ada.