Serangan panik kadang mirip serangan jantung karena keduanya memberi nyeri dada, detak jantung cepat, dan sesak napas. Serangan panik biasanya muncul tiba-tiba dan bisa dipicu oleh stres atau rasa takut, tetapi juga bisa muncul tanpa alasan yang jelas.
Gejala panik meliputi nyeri dada, napas pendek, keringat, gemetar, mual, dan pusing. Gejala ini biasanya memuncak dalam beberapa menit dan mereda dalam beberapa menit sampai satu jam; obat anti-kecemasan kadang membantu. Serangan jantung terjadi ketika darah ke otot jantung tersumbat, dan gejala sering berlangsung lebih lama serta memerlukan penanganan medis seperti obat pengurai bekuan atau prosedur untuk memulihkan aliran darah. Jika gejala bertahan atau memburuk, cari perawatan darurat segera.
Kata-kata sulit
- serangan — kejadian tiba-tiba yang menyebabkan masalah pada tubuh
- panik — perasaan takut atau cemas sangat kuat
- gejala — tanda atau perubahan pada tubuh saat sakit
- sesak napas — keadaan di mana sulit atau berat bernapas
- muncak — mencapai titik paling tinggi atau parahmemuncak
- penanganan medis — perawatan atau tindakan untuk mengobati penyakit
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa perbedaan utama antara serangan panik dan serangan jantung menurut teks?
- Pernahkah kamu merasakan salah satu gejala yang disebutkan (misalnya napas pendek atau pusing)? Apa yang kamu lakukan saat itu?
- Apakah menurutmu penting mencari perawatan darurat jika gejala memburuk? Mengapa?
Artikel terkait
Cara Pakai Kanabis dan Risiko Binge Drinking pada Siswa Kelas 12
Studi dari University at Buffalo menemukan siswa kelas 12 yang memakai dua atau lebih produk kanabis berisiko lebih tinggi melakukan binge drinking baru-baru ini. Merokok, vaping, dan dabbing terkait; edibles tidak terkait.
Studi: Petunjuk PHQ Membuat Hasil Skrining Tidak Konsisten
Penelitian menemukan petunjuk pada Patient Health Questionnaire (PHQ) sering diartikan berbeda oleh peserta. Para peneliti menyarankan memisahkan pertanyaan tentang frekuensi gejala dan tingkat gangguan untuk memperbaiki penilaian.