Penelitian dari University at Buffalo menggunakan data representatif nasional dari Monitoring the Future, dikumpulkan antara 2018 dan 2021. Studi ini membandingkan berbagai cara penggunaan kanabis pada siswa kelas 12 di AS dan kaitannya dengan binge drinking.
Analisis menunjukkan bahwa merokok, vaping, dan dabbing masing-masing berhubungan dengan adanya peristiwa binge drinking dalam dua minggu terakhir. Sebaliknya, bentuk edibles tidak menunjukkan hubungan yang sama. Penulis utama, Michelle Goulette, mengatakan bahwa perbedaan cara penggunaan itu penting dan memakai lebih dari satu cara meningkatkan risiko.
Penulis juga mencatat peningkatan ketersediaan produk vape dan edibles serta paparan iklan yang tinggi pada remaja. Mereka merekomendasikan pengukuran cara penggunaan yang lebih sering dan mempertimbangkan regulasi serta program edukasi jika beberapa produk terbukti membawa risiko lebih besar.
Kata-kata sulit
- representatif — mewakili keseluruhan populasi yang ditelitirepresentatif nasional
- kaitan — hubungan antara dua hal atau peristiwakaitannya
- dabbing — cara menggunakan kanabis dengan uap pekat
- edibles — produk kanabis yang dimakan, bukan diisap
- ketersediaan — seberapa mudah produk dapat diperoleh atau ada
- regulasi — aturan atau kebijakan resmi untuk mengatur sesuatu
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurut artikel penting membedakan cara penggunaan kanabis saat menilai risiko?
- Bagaimana regulasi dan program edukasi bisa membantu jika beberapa produk membawa risiko lebih besar?
- Apakah sekolah atau lembaga kesehatan harus mengukur cara penggunaan kanabis lebih sering di kalangan remaja? Jelaskan alasan singkat.
Artikel terkait
Media sosial dorong penjualan daging satwa liar di Afrika Barat
Sebuah studi di jurnal One Health memperingatkan media sosial dapat meningkatkan perdagangan daging satwa liar di Afrika Barat. Peneliti menemukan iklan di Facebook, pengalihan ke WhatsApp, dan risiko penyakit yang berpindah dari hewan ke manusia.
Tagatose: gula langka yang dibuat dari glukosa oleh bakteri
Peneliti Tufts mengembangkan cara membuat tagatose, pemanis mirip gula, dengan merekayasa bakteri Escherichia coli. Metode ini menggunakan enzim baru dari jamur lendir dan menghasilkan tagatose lebih efisien, serta aman menurut otoritas kesehatan.