Para peneliti dari Yale School of Medicine menggambarkan mekanisme pelindung yang membantu otak mengendalikan kenaikan kalsium seluler yang berbahaya. Kadar kalsium yang terlalu tinggi dapat merusak neuron dan berkontribusi pada neurodegenerasi. Studi ini meneliti Glyoxalase 1 (GLO1), enzim yang menghilangkan produk samping beracun, dan bagaimana perubahan pada saluran kalsium RyR2 mempengaruhi keseimbangan tersebut.
Laboratorium yang dipimpin oleh Amy Arnsten dan Lauren Hachmann Sansing mengukur ekspresi dan aktivitas GLO1 di korteks prefrontal dan hipokampus. Mereka menemukan bahwa pada hewan dengan kebocoran kalsium, GLO1 meningkat pada awalnya sebagai respons kompensasi. Pada tikus, ekspresi GLO1 mencapai puncak pada usia 12 bulan, tetapi kemudian menurun pada hewan yang lebih tua. RyR2, yang melepaskan kalsium dari retikulum endoplasma halus, digambarkan seperti keran; ketika saluran ini berubah dengan usia, keran bisa tetap terbuka dan menyebabkan kebocoran kalsium terus-menerus.
Dalam model genetik di mana RyR2 tetap "on", hewan yang tidak lagi mempertahankan GLO1 tinggi menunjukkan penurunan memori di labirin berbentuk T. Para penulis menyatakan bahwa memahami mekanisme pelindung ini dapat membantu mengembangkan pendekatan terapeutik yang menargetkan GLO1 untuk mencegah atau memperlambat neurodegenerasi. Pekerjaan ini didukung oleh National Institutes of Health dan Yale University.
Kata-kata sulit
- mekanisme pelindung — cara atau proses yang menghasilkan suatu fungsi
- glyoxalase 1 — enzim yang menghilangkan produk samping beracun
- kebocoran kalsium — keadaan di mana ion kalsium keluar terus-menerus
- retikulum endoplasma halus — struktur sel yang menyimpan dan melepaskan kalsium
- kompensasi — tanggapan tubuh untuk menyeimbangkan perubahan
- neurodegenerasi — kerusakan bertahap pada sel atau jaringan saraf
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana peningkatan awal GLO1 sebagai respons kompensasi mungkin melindungi otak dari kerusakan? Jelaskan dengan contoh sederhana.
- Apa keuntungan dan risiko jika terapi menargetkan GLO1 untuk mencegah atau memperlambat neurodegenerasi? Berikan alasan.
- Mengapa peneliti menggunakan model hewan untuk mempelajari RyR2 dan GLO1 sebelum pengembangan terapi pada manusia?
Artikel terkait
Vaksin eksperimental menunjukkan hasil menjanjikan untuk CCHF pada tikus
Studi pada tikus melaporkan vaksin eksperimental terhadap Crimean-Congo hemorrhagic fever (CCHF) yang menggunakan partikel mirip virus tidak replikasi. Antibodi terdeteksi hingga 18 bulan dan langkah berikutnya adalah produksi skala besar sebelum uji klinis manusia.
Kolera 2024: Penyebaran, Penyebab, dan Upaya Pengendalian
Kolera menyebar lewat air tercemar dan tetap menjadi ancaman karena konflik, perubahan iklim, dan sistem kesehatan yang runtuh. Pada 2024 dilaporkan 560,823 kasus dan 6,028 kematian; WHO menargetkan pengurangan lewat pencegahan dan vaksin.
Resesi 2008 Mengubah Identitas Kelas Orang Amerika
Penelitian UC Riverside menemukan resesi 2008 membuat banyak orang Amerika melihat diri mereka sebagai kelas sosial lebih rendah, dan perubahan itu bertahan lama. Studi memakai data panjang dari puluhan ribu orang untuk mengukur efek jangka panjang.
Pakistan: Usia Nikah 18 dan Tantangan Perkawinan Anak di Punjab
Parlemen Pakistan mengesahkan undang-undang pada Mei 2025 yang menetapkan usia nikah 18 tahun dan memberi denda serta hukuman. Namun perkawinan anak masih umum di Selatan Punjab, seperti kasus Zunaira yang berumur 14 tahun.