- Sebuah studi baru menemukan hal penting tentang kesehatan reproduksi.
- Mengonsumsi antioksidan dalam jumlah besar secara teratur bisa berbahaya.
- Antioksidan itu tampak merusak DNA pada sel sperma.
- Anak yang lahir menunjukkan perubahan pada bentuk tengkorak dan wajah.
- Perubahan mencakup jarak mata yang lebih dekat dan tengkorak lebih kecil.
- Perubahan ini lebih terlihat pada anak perempuan dalam penelitian.
- Studi dilakukan pada tikus percobaan oleh tim peneliti.
- Para peneliti menyarankan pria yang merencanakan anak untuk berhati-hati.
Kata-kata sulit
- antioksidan — zat yang melawan kerusakan oleh radikal bebas
- DNA — molekul yang membawa informasi genetik
- sel sperma — sel yang membawa materi genetik pria
- tengkorak — tulang kepala yang melindungi otak
- peneliti — orang yang melakukan penelitian ilmiah
- menyarankan — memberi saran atau meminta berhati-hati kepada orang
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu tahu apa itu antioksidan?
- Apakah menurutmu pria yang merencanakan anak harus berhati-hati dengan suplemen?
- Pernahkah kamu membaca berita tentang penelitian pada tikus percobaan?
Artikel terkait
Platform Baru Pantau Demam Berdarah Secara Bulanan
Global Dengue Observatory adalah platform dari LSHTM yang memantau tren demam berdarah bulanan menggunakan data WHO dan proyek OpenDengue. Alat ini membantu menyoroti kenaikan, keterlambatan pelaporan, dan pola regional seperti di Amerika Latin.
Studi: Video Game Bisa Membantu Mengelola Stres
Penelitian dari Boston University menunjukkan banyak pemain menggunakan video game untuk mengatasi stres dan mengatur emosi. Studi ini mensurvei mahasiswa tentang kebiasaan bermain, alasan bermain, dan perasaan sebelum/durasi/setelah bermain.
Menargetkan Sirkuit Otak Kurangi Kambuh Opioid
Peneliti dari Washington State University melaporkan bahwa menargetkan sirkuit antara korteks prelimbik dan thalamus paraventrikular mengurangi perilaku mencari obat pada model praklinis opioid. Studi ini memakai kemogenetika dan optogenetika.