- Sebuah studi baru menemukan hal penting tentang kesehatan reproduksi.
- Mengonsumsi antioksidan dalam jumlah besar secara teratur bisa berbahaya.
- Antioksidan itu tampak merusak DNA pada sel sperma.
- Anak yang lahir menunjukkan perubahan pada bentuk tengkorak dan wajah.
- Perubahan mencakup jarak mata yang lebih dekat dan tengkorak lebih kecil.
- Perubahan ini lebih terlihat pada anak perempuan dalam penelitian.
- Studi dilakukan pada tikus percobaan oleh tim peneliti.
- Para peneliti menyarankan pria yang merencanakan anak untuk berhati-hati.
Kata-kata sulit
- antioksidan — zat yang melawan kerusakan oleh radikal bebas
- DNA — molekul yang membawa informasi genetik
- sel sperma — sel yang membawa materi genetik pria
- tengkorak — tulang kepala yang melindungi otak
- peneliti — orang yang melakukan penelitian ilmiah
- menyarankan — memberi saran atau meminta berhati-hati kepada orang
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu tahu apa itu antioksidan?
- Apakah menurutmu pria yang merencanakan anak harus berhati-hati dengan suplemen?
- Pernahkah kamu membaca berita tentang penelitian pada tikus percobaan?
Artikel terkait
Tambalan Mikronada untuk Memulihkan Jantung Setelah Serangan Jantung
Para peneliti mengembangkan tambalan biodegradable dengan mikronada yang melepaskan interleukin-4 (IL-4) langsung ke permukaan jantung. Pendekatan ini mengubah makrofag menjadi penyembuh, mengurangi jaringan parut, dan menjaga pengobatan tetap lokal.
Lemak beige pengatur tekanan darah
Penelitian menemukan bahwa kehilangan identitas lemak beige membuat pembuluh darah kaku dan menaikkan tekanan darah. Studi pada tikus menunjukkan enzim dari lemak yang berubah memicu perubahan jaringan vaskular dan memberi petunjuk target terapi baru.
Metode Ultrasound Baru Bantu Bedakan Kista dan Massa
Peneliti mengembangkan pemrosesan sinyal ultrasound yang membedakan massa berisi cairan dan massa padat lebih akurat. Uji awal menunjukkan deteksi benar 96% dibanding 67% dengan alat konvensional; penelitian dari Johns Hopkins ini didanai federal.