- Para peneliti menemukan hubungan antara kekerasan dan tembakau.
- Hubungan itu terlihat pada remaja laki-laki dan perempuan.
- Paparan kekerasan membuat remaja lebih mungkin menggunakan rokok.
- Risiko naik jika remaja alami beberapa bentuk kekerasan.
- Penelitian membandingkan remaja laki-laki dan remaja perempuan secara umum.
- Pada satu periode terlihat perbedaan terkait penggunaan rokok.
- Para peneliti menyarankan guru dan tenaga medis memeriksa siswa.
- Program pencegahan kekerasan dapat membantu kurangi penggunaan tembakau.
- Hasil studi berasal dari sebuah universitas dan data nasional.
Kata-kata sulit
- peneliti — Orang yang melakukan studi atau penelitian.
- kekerasan — Perbuatan yang menyakiti orang lain.
- tembakau — Tanaman yang dipakai untuk membuat rokok.
- remaja — Orang muda, usia antara anak dan dewasa.
- paparan — Kontak atau terkena sesuatu, misal bahaya.
- pencegahan — Tindakan untuk menghindari atau menghentikan masalah.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah di sekolahmu ada program pencegahan kekerasan?
- Apakah menurutmu guru harus memeriksa siswa yang bermasalah?
- Apakah kamu tahu teman yang merokok?
Artikel terkait
Pelatihan Kecepatan Kognitif Kurangi Risiko Demensia
Peserta lansia yang menyelesaikan pelatihan kecepatan kognitif dan beberapa sesi penguat memiliki kemungkinan lebih kecil didiagnosis demensia sampai dua dekade kemudian. Temuan ini berasal dari uji klinis jangka panjang pada orang dewasa lanjut usia.
Filter Rokok Melepaskan Mikroplastik ke Air
Peneliti menemukan bahwa puntung rokok melepaskan banyak mikroserat plastik ke air, baik segera maupun dalam beberapa hari. Mereka memperkirakan jumlah besar masuk ke perairan New York dan menyarankan tempat sampah serta saringan untuk mengurangi pelepasan.
Kebutuhan Psikologis Dasar Mempengaruhi Perilaku Minum Alkohol
Penelitian menunjukkan orang yang kebutuhan psikologisnya terpenuhi cenderung minum dengan lebih aman. Studi mengaitkan otonomi, kompetensi, dan koneksi dengan pilihan minum yang lebih bertanggung jawab dan risiko penyalahgunaan lebih rendah.