- Orang dewasa ikut pelatihan kecepatan kognitif di studi.
- Pelatihan berlangsung beberapa minggu penuh.
- Beberapa peserta mendapat sesi tambahan setelah pelatihan awal.
- Para peneliti mengikuti peserta selama puluhan tahun.
- Kelompok latihan kecepatan memiliki lebih sedikit kasus demensia.
- Hanya latihan kecepatan menunjukkan perbedaan yang signifikan.
- Program membantu peserta menemukan informasi di layar.
- Peneliti mengatakan hasil ini sangat penting untuk masyarakat.
- Pelatihan mendorong pembelajaran tanpa sadar bagi peserta.
- Temuan ini dipublikasikan di jurnal medis.
Kata-kata sulit
- pelatihan — kegiatan belajar untuk meningkatkan kemampuan
- kognitif — berkaitan dengan pikiran dan cara berpikir
- peserta — orang yang ikut dalam suatu kegiatan
- peneliti — orang yang melakukan studi atau penelitian
- demensia — penyakit yang membuat ingatan jadi buruk
- mempublikasikan — menerbitkan hasil studi di media resmidipublikasikan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda pernah mengikuti pelatihan?
- Apakah Anda sering mencari informasi di layar komputer atau ponsel?
- Apakah Anda suka belajar dari layar?
Artikel terkait
Deforestasi di Tropis Mempercepat Pemanasan dan Kematian Panas
Studi menggunakan data satelit dan model menunjukkan hilangnya hutan di daerah tropis (2001–2020) menaikkan suhu lokal dan terkait sekitar 28,000 kematian panas per tahun. Sekitar 345 juta orang terpapar, terutama di Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Latin.
Novartis Mengumumkan GanLum, Obat Malaria Baru
Novartis mengumumkan GanLum, pengobatan malaria baru dengan molekul ganaplacide. Uji akhir menunjukkan hasil kuat dan obat ini mungkin membantu melawan resistensi obat; persetujuan regulasi bisa datang sekitar 16 bulan dan tersedia pada 2027.
Studi Genetika: Banyak Korban Bunuh Diri Tanpa Depresi
Penelitian genetika University of Utah menunjukkan banyak orang yang meninggal karena bunuh diri tidak memiliki depresi atau riwayat psikiatri. Peneliti menganalisis data anonim lebih dari 2.700 kasus untuk menemukan perbedaan risiko genetik.