- Orang dewasa ikut pelatihan kecepatan kognitif di studi.
- Pelatihan berlangsung beberapa minggu penuh.
- Beberapa peserta mendapat sesi tambahan setelah pelatihan awal.
- Para peneliti mengikuti peserta selama puluhan tahun.
- Kelompok latihan kecepatan memiliki lebih sedikit kasus demensia.
- Hanya latihan kecepatan menunjukkan perbedaan yang signifikan.
- Program membantu peserta menemukan informasi di layar.
- Peneliti mengatakan hasil ini sangat penting untuk masyarakat.
- Pelatihan mendorong pembelajaran tanpa sadar bagi peserta.
- Temuan ini dipublikasikan di jurnal medis.
Kata-kata sulit
- pelatihan — kegiatan belajar untuk meningkatkan kemampuan
- kognitif — berkaitan dengan pikiran dan cara berpikir
- peserta — orang yang ikut dalam suatu kegiatan
- peneliti — orang yang melakukan studi atau penelitian
- demensia — penyakit yang membuat ingatan jadi buruk
- mempublikasikan — menerbitkan hasil studi di media resmidipublikasikan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda pernah mengikuti pelatihan?
- Apakah Anda sering mencari informasi di layar komputer atau ponsel?
- Apakah Anda suka belajar dari layar?
Artikel terkait
AUC dan Minapharm dirikan akademi bioteknologi di Afrika
American University in Cairo (AUC) bekerja sama dengan Minapharm untuk mendirikan akademi bioteknologi yang menghubungkan pendidikan dan kebutuhan industri. Inisiatif ini fokus pada pelatihan praktik, penelitian, dan inovasi di Mesir, Timur Tengah, dan Afrika.
Tambalan Mikronada untuk Memulihkan Jantung Setelah Serangan Jantung
Para peneliti mengembangkan tambalan biodegradable dengan mikronada yang melepaskan interleukin-4 (IL-4) langsung ke permukaan jantung. Pendekatan ini mengubah makrofag menjadi penyembuh, mengurangi jaringan parut, dan menjaga pengobatan tetap lokal.
Pola pikir "semua-atau-tidak sama sekali" pada olahraga
Peneliti menemukan bahwa pola pikir "semua-atau-tidak sama sekali" membuat orang meninggalkan rencana olahraga. Studi ini mengidentifikasi empat unsur pola pikir itu dan memberi saran berpikir ulang agar orang lebih konsisten berolahraga.