- Peneliti menguji transplantasi sel pada tikus model.
- Sel diambil dari sumsum tulang belakang yang belum matang.
- Sel juga dapat diambil dari batang otak.
- Sel ditanamkan di lokasi cedera sumsum tulang belakang.
- Hewan menunjukkan pemulihan kontrol saraf atas sirkulasi.
- Tekanan darah saat istirahat menjadi lebih stabil.
- Rata-rata denyut jantung menurun setelah transplantasi.
- Namun hormon tubuh tetap meningkat setelah cedera.
- Peneliti ingin pertahankan perbaikan saraf dan kurangi hormon.
- Terapi ini dapat melindungi kesehatan jantung.
Kata-kata sulit
- transplantasi — memindahkan sel atau jaringan ke tubuh lain
- sumsum tulang belakang — jaringan saraf di dalam tulang belakang
- batang otak — bagian bawah otak yang mengatur fungsi penting
- pemulihan — kembalinya fungsi atau keadaan yang normal
- tekanan darah — gaya darah pada dinding pembuluh darah
- hormon — zat kimia dalam tubuh yang mengatur fungsi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu peduli tentang kesehatan jantungmu?
- Apakah kamu setuju penelitian pada hewan untuk obat?
- Pernahkah kamu membaca berita tentang terapi baru?
Artikel terkait
Pola Makan Tradisional Afrika Kurangi Peradangan
Studi gabungan menemukan bahwa beralih ke pola makan tradisional Afrika menurunkan peradangan dan memperkuat respons kekebalan, sedangkan pola makan Barat meningkatkan peradangan. Hasil ini relevan untuk kenaikan penyakit tidak menular di Sub-Sahara Afrika.
Jalur inflamasi 'pintu belakang' pada rheumatoid arthritis
Penelitian di Washington State University menemukan jalur inflamasi alternatif yang memperkuat TNF dan mungkin menjelaskan kegagalan beberapa obat untuk rheumatoid arthritis. Memblokir reseptor Fn14 mengurangi lonjakan peradangan dan menjadi target terapi berikutnya.
Ilmuwan Afrika Selatan Kembangkan Biosensor untuk Deteksi Dini
Di Pertemuan Nobel Laureate Lindau, ilmuwan Jaymi Leigh January memaparkan biosensor generasi berikutnya yang memakai nanoteknologi untuk mendeteksi biomarker penyakit seperti TB, kanker, dan virus. Ia ingin alat ini menjadi portabel dan terjangkau untuk klinik lokal.