Di Kenya dan Nigeria, orang dengan disabilitas di permukiman kumuh mengalami masalah saat pandemi COVID-19. Banyak klinik ditutup atau diubah menjadi pusat perawatan COVID-19 sehingga akses layanan kesehatan berkurang dan antrean menjadi panjang.
Pembatasan pergerakan dan penguncian membuat usaha kecil tutup, lalu banyak orang kehilangan penghasilan. Harga obat naik dan beberapa keluarga tidak lagi mampu membayar pengobatan atau fisioterapi. Para advokat meminta agar layanan kesehatan lebih dekat ke permukiman dan agar bantuan serta informasi dibuat mudah diakses untuk semua.
Kata-kata sulit
- disabilitas — kondisi tubuh atau pikiran yang membatasi aktivitas
- permukiman kumuh — daerah rumah padat dengan fasilitas buruk
- pandemi — penyakit menular yang menyebar ke banyak negara
- antrean — barisan orang yang menunggu giliran
- penghasilan — uang yang diperoleh dari kerja atau usaha
- advokat — orang atau kelompok yang membela hak orang lain
- fisioterapi — perawatan dengan latihan untuk memperbaiki tubuh
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana penutupan klinik mungkin mempengaruhi orang dengan disabilitas?
- Mengapa layanan kesehatan yang lebih dekat penting untuk permukiman kumuh?
- Contoh informasi apa yang sebaiknya dibuat mudah diakses untuk semua?
Artikel terkait
Penglihatan dan Bahaya Rumah Tingkatkan Risiko Jatuh pada Orang Tua
Sebuah studi menemukan gabungan kehilangan penglihatan dan bahaya di rumah secara signifikan meningkatkan risiko jatuh pada orang tua. Peneliti menekankan perawatan penglihatan dan modifikasi rumah untuk mencegah jatuh.
Asap Kebakaran Meningkatkan Ozon dan Risiko Kematian di AS
Analisis baru menggunakan data hampir dua dekade menemukan bahwa asap kebakaran hutan meningkatkan ozon permukaan di seluruh Amerika Serikat dan diperkirakan menyumbang lebih dari 2.000 kematian berlebih per tahun (usia 65+).
RNA kecil kendalikan kolesterol dan penyakit jantung
Peneliti menemukan molekul RNA kecil bernama tsRNA-Glu-CTC yang mengatur produksi kolesterol melalui SREBP2. Pada tikus, menurunkan molekul ini mengurangi kolesterol dan aterosklerosis; temuan serupa juga terlihat pada sampel darah manusia.