- Sebuah studi baru menemukan penyintas kanker menua lebih cepat.
- Penuaan terlihat pada sel tubuh dan fungsi otak.
- Banyak penyintas mengalami masalah memori dan perhatian.
- Gangguan ini membuat tugas sehari-hari menjadi sulit.
- Kemoterapi sering mempercepat proses penuaan sel.
- Radiasi langsung ke otak dapat memperburuk gejala.
- Peneliti sedang menguji olahraga, berhenti merokok, dan nutrisi.
- Tujuan mereka membantu penyintas hidup lebih sehat untuk waktu lama.
- Masalah kognitif mempengaruhi pendidikan dan pekerjaan.
- Namun banyak penyintas hidup bertahun-tahun setelah pengobatan.
Kata-kata sulit
- penyintas — orang yang hidup setelah sakit serius
- penuaan — proses tubuh menjadi lebih tua
- sel — bagian kecil penyusun tubuh makhluk hidup
- memori — ingatan atau kemampuan mengingat sesuatu
- perhatian — kemampuan fokus pada sesuatu atau tugas
- kemoterapi — pengobatan kanker dengan obat kuat
- radiasi — energi yang bisa merusak sel tubuh
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu rutin olahraga?
- Apakah kamu pikir berhenti merokok penting?
- Pernahkah kamu lupa hal penting, misal nama?
Artikel terkait
Risk Know-How, Platform Baru untuk Berbagi Pengalaman Risiko
Risk Know-How adalah layanan daring yang diluncurkan pada pertemuan AAAS untuk membantu komunitas berisiko berbagi pengalaman dan mendapat nasihat ahli tentang ancaman seperti wabah, cuaca ekstrem, dan risiko kecerdasan buatan.
Tidur Anak dan Risiko Bunuh Diri pada Keluarga Berpenghasilan Rendah
Penelitian menunjukkan memperbaiki kualitas tidur dapat mengurangi risiko pikiran dan percobaan bunuh diri pada anak, terutama di keluarga berpenghasilan rendah. Konektivitas jaringan otak tertentu tampak memberi perlindungan terhadap efek tidur yang buruk.
Studi: COVID-19 dan Flu Tinggalkan Perubahan Jangka Panjang
Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa kasus ringan COVID-19 atau influenza dapat menyebabkan perubahan berkepanjangan di paru-paru. Hanya pada COVID-19 ditemukan peradangan otak dan gangguan pada jalur serotonin dan dopamin.