Risk Know-How adalah platform daring yang diluncurkan pada pertemuan AAAS pada Jumat (16 Februari). Layanan ini ditujukan untuk komunitas yang menghadapi ancaman seperti wabah penyakit, peristiwa cuaca ekstrem, dan risiko terkait kecerdasan buatan.
Platform dibangun berdasarkan Risk Know-How Framework. Kelompok dapat meminta bantuan untuk terhubung dengan pihak lain, mencari pendanaan, atau mengikuti pelatihan. Syaratnya adalah peserta harus membagikan pengalaman mereka di platform.
Situs menampilkan studi kasus, misalnya kampanye Ciencia Puerto Rico untuk pencegahan COVID-19, serta upaya di Kisumu, Kenya. Tim proyek juga menyoroti kebutuhan penyandang tunarungu dan bekerja dengan penerjemah bahasa isyarat.
Kata-kata sulit
- platform — situs atau layanan online untuk berbagi informasi
- meluncurkan — memulai atau memperkenalkan layanan barudiluncurkan
- ancaman — sesuatu yang bisa menyebabkan bahaya atau masalah
- wabah — penyebaran penyakit yang terjadi pada banyak orang
- pendanaan — uang atau dana untuk mendukung suatu kegiatan
- studi kasus — contoh nyata untuk menjelaskan suatu peristiwa
- tunarungu — orang yang tidak bisa mendengar dengan baik
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda platform daring seperti ini penting untuk komunitas? Mengapa?
- Pernahkah Anda atau orang yang Anda kenal ikut pelatihan online atau berbagi pengalaman di sebuah situs? Ceritakan singkat.
Artikel terkait
Sensor Rumah dan AI Pantau Perubahan Kesehatan pada Pasien ALS
Tim di University of Missouri menguji sistem yang menggabungkan sensor rumah dan kecerdasan buatan untuk melacak perubahan fungsi sehari-hari pada pasien ALS. Tujuannya mendeteksi masalah lebih awal dan membantu tindakan klinis cepat.
Beras Joha dari India Menunjukkan Potensi Melawan Diabetes
Penelitian di India menemukan bahwa beras harum tradisional Joha dapat menurunkan kadar gula dan melindungi jantung pada uji laboratorium dan percobaan pada tikus. Para peneliti mendorong promosi dan kebijakan untuk mendukung penanaman Joha.