Sebuah studi yang diterbitkan dalam edisi Juni jurnal One Health memperingatkan bahwa penggunaan media sosial dapat memperbesar perdagangan daging satwa liar secara ilegal di Afrika Barat. Para peneliti mengatakan pertumbuhan ini mengancam keanekaragaman hayati dan meningkatkan risiko penyakit zoonotik, sebagaimana terlihat pada wabah seperti Ebola dan COVID-19.
Tim menganalisis unggahan Facebook dari 2018 hingga 2022, meneliti lima halaman di Côte d’Ivoire dan satu halaman di Nigeria. Dari halaman-halaman itu mereka mengidentifikasi 25 jenis daging satwa liar, termasuk mamalia, burung, dan reptil. Hampir dua pertiga diiklankan diasap; sisanya dijual segar, dimasak, atau hidup.
Penulis utama, Georgia Moloney dari School of Animal and Veterinary Sciences, University of Adelaide, mengatakan platform jelas dipakai untuk perdagangan ilegal meski ada kebijakan. Studi juga menemukan banyak iklan yang mengarahkan pembeli ke pesan pribadi WhatsApp dan Facebook Messenger, strategi yang menurut peneliti mempersulit deteksi dan pengaturan.
Kata-kata sulit
- memperbesar — membuat sesuatu jadi lebih besar atau lebih luas
- perdagangan — kegiatan menjual dan membeli barang
- satwa liar — hewan yang hidup bebas di alam
- keanekaragaman hayati — variasi jenis tumbuhan dan hewan
- penyakit zoonotik — penyakit yang dapat menular dari hewan
- unggah — tindakan menaruh konten di internetunggahan
- mengasap — proses mengolah makanan dengan asapdiasap
- mempersulit — membuat sesuatu menjadi lebih sulit
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa, menurut Anda, penjual dan pembeli memakai media sosial untuk perdagangan daging satwa liar?
- Langkah apa yang bisa dilakukan platform media sosial untuk mengurangi perdagangan ilegal ini?
- Bagaimana perdagangan daging satwa liar dapat memengaruhi lingkungan dan kesehatan masyarakat di negara Anda?
Artikel terkait
Novartis Mengumumkan GanLum, Obat Malaria Baru
Novartis mengumumkan GanLum, pengobatan malaria baru dengan molekul ganaplacide. Uji akhir menunjukkan hasil kuat dan obat ini mungkin membantu melawan resistensi obat; persetujuan regulasi bisa datang sekitar 16 bulan dan tersedia pada 2027.
WISE dan Perjuangan Perempuan Nigeria untuk Keadilan Iklim
WISE dari Nigeria terus memengaruhi debat keadilan iklim meski tidak hadir di COP30. Organisasi ini bekerja dengan perempuan akar rumput, mengorganisir aksi, diskusi tentang banjir, dan memberi rekomendasi untuk kebijakan dan ketahanan.