Coartem Baby adalah formulasi pertama yang dirancang khusus untuk bayi baru lahir dan bayi di bawah 5 kg. Swissmedic menyetujui obat ini pada Juli 2025 melalui prosedur otorisasi untuk produk kesehatan global. Novartis dan Medicines for Malaria Venture (MMV) mengembangkan produk ini bersama.
Sebelum ada Coartem Baby, tenaga kesehatan sering mengimprovisasi dengan memecah tablet dewasa atau memakai obat yang untuk anak lebih tua, yang berisiko salah dosis. Pandangan lama bahwa antibodi ibu memberi perlindungan lama pada bayi ternyata tidak didukung data; perlindungan itu cepat memudar.
Hambatan lain adalah pengecualian bayi dari uji klinis karena alasan etis, dan pasar pediatrik yang kecil sehingga imbal hasil komersial rendah. Kapasitas regulator di banyak negara Afrika juga lemah, tetapi delapan negara berkomitmen mempercepat persetujuan nasional dalam 90 hari.
Kata-kata sulit
- malaria — Penyakit menular disebabkan oleh parasit.
- obat — Zat untuk menyembuhkan atau meringankan penyakit.pengobatan
- bayi — Anak yang baru lahir atau sangat muda.bayi lahir
- aman — Tidak berbahaya; dapat dipercaya.
- kesehatan — Kondisi baik tubuh atau pikiran.
- kerja sama — Kolaborasi antara orang atau kelompok.
- inovatif — Membawa ide baru; kreatif.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa kolaborasi internasional penting dalam menangani malaria?
- Bagaimana cara lain untuk mengurangi risiko malaria pada bayi?
- Apa yang bisa dilakukan masyarakat untuk membantu mengatasi masalah kesehatan ini?
Artikel terkait
Risk Know-How, Platform Baru untuk Berbagi Pengalaman Risiko
Risk Know-How adalah layanan daring yang diluncurkan pada pertemuan AAAS untuk membantu komunitas berisiko berbagi pengalaman dan mendapat nasihat ahli tentang ancaman seperti wabah, cuaca ekstrem, dan risiko kecerdasan buatan.
Perban Pintar Lepaskan Antibiotik Hanya saat Bakteri Berbahaya
Peneliti mengembangkan perban berbahan hidrogel yang melepaskan antibiotik hanya ketika enzim dari bakteri berbahaya hadir. Uji laboratorium dan percobaan pada tikus menunjukkan perban selektif dan efektif, menurut studi yang dipublikasikan di Science Advances.