Coartem Baby adalah tablet larut untuk bayi baru lahir dan bayi dengan berat di bawah 5 kg. Swissmedic memberi persetujuan pada Juli 2025. Novartis bekerja sama dengan organisasi nirlaba MMV untuk membuat produk ini.
Sebelumnya, tenaga kesehatan harus memakai obat dewasa. Mereka memecah tablet pahit atau pakai obat untuk anak lebih tua. Praktik itu berisiko memberi dosis terlalu rendah atau terlalu tinggi. Banyak negara Afrika belum punya kapasitas regulator yang kuat, sehingga pengesahan obat memakan waktu.
Delapan negara ikut meninjau dan berkomitmen mempercepat persetujuan nasional: Burkina Faso, Côte d’Ivoire, Kenya, Malawi, Mozambique, Nigeria, Tanzania, dan Uganda.
Kata-kata sulit
- bayi — anak yang baru lahir.bayi baru lahir
- malaria — penyakit serius yang ditularkan melalui nyamuk.
- obat — zat yang digunakan untuk mengobati penyakit.
- aman — tidak berbahaya atau risiko.
- dokter — orang yang mengobati pasien.
- dikembangkan — menciptakan atau membuat sesuatu menjadi lebih baik.
- langkah — tindakan ke arah suatu tujuan.langkah penting
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa penting untuk mengembangkan obat untuk bayi?
- Apa dampak malaria pada anak kecil?
- Bagaimana obat baru ini membantu bayi baru lahir?
Artikel terkait
Studi: Ketidakamanan Energi Tingkatkan Kecemasan dan Depresi di AS
Sebuah studi oleh Michelle Graff dari Georgia Tech yang diterbitkan di JAMA Network Open menemukan ketidakamanan energi terkait gejala kecemasan dan depresi pada rumah tangga AS. Peneliti menyarankan penyaringan ketidakamanan energi oleh layanan kesehatan.
Paparan PFAS Melemahkan Kekebalan Orang Dewasa
Studi menemukan paparan PFAS lewat air minum terkait dengan produksi antibodi yang lebih rendah saat tubuh menghadapi virus baru. Hasil ini memicu kekhawatiran tentang paparan jangka panjang dan dukungan untuk pengawasan serta regulasi air.
Rumah Aman Butuh Struktur Kuat dan Regulasi Cerdas
Penelitian menemukan bahwa rumah yang lebih tahan bencana memerlukan struktur bangunan yang lebih kuat dan regulasi yang disesuaikan dengan kondisi lokal. Studi ini dipimpin peneliti dari University of Notre Dame dan diterbitkan di jurnal ilmiah.