- Banyak orang lanjut usia masih mengemudi.
- 84% usia 65 ke atas mengemudi seminggu sekali.
- 62% mengemudi hampir setiap hari.
- Hanya 10% tidak mengemudi enam bulan terakhir.
- 54% pengemudi 65+ tidak punya rencana berhenti.
- 44% mendapat tumpangan dari teman atau keluarga.
- 21% menggunakan layanan tumpangan lewat aplikasi.
- 14% memakai transportasi umum.
Kata-kata sulit
- lanjut usia — orang yang sudah tua atau berumur lanjut
- mengemudi — mengendarai kendaraan seperti mobil atau motor
- seminggu sekali — satu kali dalam setiap minggu
- tumpangan — perjalanan yang diberikan oleh orang lain
- layanan — pelayanan atau jasa untuk membantu orang bepergian
- transportasi umum — kendaraan yang dipakai banyak orang, seperti bus
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah orang tua Anda masih mengemudi?
- Pernahkah Anda mendapat tumpangan dari teman atau keluarga?
- Apakah Anda pernah menggunakan layanan tumpangan lewat aplikasi?
Artikel terkait
One Health di Afrika: Kegagalan Koordinasi dan Tantangan Lokal
One Health mendapat dukungan luas, tetapi koordinasi sering gagal di tempat wabah bermula. Kasus di Jelinkon, Ghana, menyorot keterbatasan sumber daya, tata kelola buruk, dan kebutuhan penguatan surveilans serta pendanaan lokal.
Permainan Komputer Bantu Perbaiki Otak Setelah Cedera
Studi menunjukkan orang dewasa dengan cedera otak traumatik dapat memperbaiki struktur otak dan kemampuan berpikir dengan menyelesaikan permainan kognitif berbasis komputer. Perubahan terukur terlihat pada neuroplastisitas, kecepatan pemrosesan, perhatian, dan memori.
Tidur, Pembersihan Otak, dan Risiko Demensia
Sebuah tinjauan oleh ahli neurosains membahas bagaimana tidur membantu membersihkan otak dan mengapa gangguan ritme tidur bisa meningkatkan risiko demensia. Peneliti juga melihat tanda seperti perubahan detak jantung sebagai petunjuk risiko.
Pola Makan Tradisional Afrika Kurangi Peradangan
Studi gabungan menemukan bahwa beralih ke pola makan tradisional Afrika menurunkan peradangan dan memperkuat respons kekebalan, sedangkan pola makan Barat meningkatkan peradangan. Hasil ini relevan untuk kenaikan penyakit tidak menular di Sub-Sahara Afrika.