Para peneliti di Tulane University mengembangkan vaksin yang melindungi primata non-manusia dari melioidosis. Hasil ini dianggap langkah penting untuk memulai uji klinis pada manusia.
Melioidosis disebabkan oleh bakteri yang hidup di tanah dan air tanah. Bakteri itu dapat menyebabkan pneumonia atau sepsis, dan belum ada vaksin untuk manusia. Vaksin ini bekerja dengan vesikel membran luar (OMV) yang memicu respons imun.
Bakteri penyebab sering ditemukan di Asia Tenggara dan utara Australia, dan penyakit ini sering kurang dilaporkan. Peneliti berharap vaksin ini dapat melindungi orang dari penyakit berbahaya tersebut.
Kata-kata sulit
- melioidosis — penyakit infeksi oleh bakteri lingkungan
- vaksin — zat yang mencegah penyakit dengan memicu imun
- bakteri — mikroorganisme kecil yang dapat menyebabkan penyakit
- vesikel membran luar — kantung kecil pada permukaan sel bakteri
- sepsis — respon tubuh serius terhadap infeksi di darah
- pneumonia — infeksi atau radang pada jaringan paru-paru
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda akan divaksin jika vaksin untuk penyakit berbahaya tersedia? Mengapa?
- Mengapa menurut Anda beberapa penyakit sering kurang dilaporkan di suatu tempat?
Artikel terkait
Risiko penyakit jantung terkait patah tulang pada wanita pascamenopause
Sebuah studi menemukan hubungan antara risiko kardiovaskular dan patah tulang pada wanita pascamenopause. Penelitian menggunakan skor PREVENT (2024) pada lebih dari 21,000 peserta dan melaporkan hubungan paling kuat untuk patah pinggul.
Varian Gen Tingkatkan Risiko Gagal Jantung pada Anak dengan Miokarditis
Studi menemukan varian genetik lebih sering pada anak yang mengembangkan kardiomiopati dilatasi setelah miokarditis dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini mendukung pemeriksaan genetik dan tindakan klinis pada anak dengan miokarditis dan gagal jantung.
Internet Kurangi Kesepian pada Perawat Lansia
Penelitian di JMIR Aging menemukan bahwa penggunaan internet yang lebih sering berkaitan dengan tingkat kesepian yang lebih rendah pada perawat informal usia lanjut. Studi menganalisis 3,957 peserta dari California Health Interview Survey 2019-2020.