Para peneliti di Tulane University mengembangkan vaksin yang melindungi primata non-manusia dari melioidosis. Hasil ini dianggap langkah penting untuk memulai uji klinis pada manusia.
Melioidosis disebabkan oleh bakteri yang hidup di tanah dan air tanah. Bakteri itu dapat menyebabkan pneumonia atau sepsis, dan belum ada vaksin untuk manusia. Vaksin ini bekerja dengan vesikel membran luar (OMV) yang memicu respons imun.
Bakteri penyebab sering ditemukan di Asia Tenggara dan utara Australia, dan penyakit ini sering kurang dilaporkan. Peneliti berharap vaksin ini dapat melindungi orang dari penyakit berbahaya tersebut.
Kata-kata sulit
- melioidosis — penyakit infeksi oleh bakteri lingkungan
- vaksin — zat yang mencegah penyakit dengan memicu imun
- bakteri — mikroorganisme kecil yang dapat menyebabkan penyakit
- vesikel membran luar — kantung kecil pada permukaan sel bakteri
- sepsis — respon tubuh serius terhadap infeksi di darah
- pneumonia — infeksi atau radang pada jaringan paru-paru
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda akan divaksin jika vaksin untuk penyakit berbahaya tersedia? Mengapa?
- Mengapa menurut Anda beberapa penyakit sering kurang dilaporkan di suatu tempat?
Artikel terkait
Diskriminasi Sehari-hari Tinggalkan Jejak pada Sistem Imun
Penelitian menemukan pengalaman diskriminasi sehari-hari berkaitan dengan perubahan pada sistem imun dan tanda penuaan biologis pada orang dewasa AS. Studi memakai survei dan sampel darah dari 6.337 peserta usia 50 tahun ke atas.
AI Mempercepat Diagnostik Medis di Sub-Sahara Afrika
Kecerdasan buatan kini dipakai untuk diagnosis cepat di beberapa bagian sub-Sahara Afrika, termasuk deteksi malaria dan interpretasi rontgen. Proyek awal menunjukkan pengurangan pemberian antibiotik tidak tepat dan komplikasi malaria, namun regulasi dan privasi tetap penting.
Tikus CC023 dan kemungkinan hubungan antara infeksi virus dan ALS
Peneliti menemukan bahwa tikus strain CC023 merespons infeksi virus dengan cara yang mirip penyakit ALS pada manusia. Model tikus ini mungkin membantu menemukan penanda awal dan mendukung pengembangan pengobatan untuk ALS sporadis.