Kesemutan dan mati rasa di tangan bisa disebabkan oleh beberapa jenis kompresi saraf. Dua penyebab umum adalah kompresi saraf di pergelangan tangan dan kompresi di bagian dalam siku. Pemeriksaan penting karena pengobatan tiap kondisi berbeda.
Kompresi saraf di pergelangan tangan biasanya memengaruhi ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan setengah jari manis. Gejala umum yaitu kesemutan atau mati rasa, lebih buruk pada malam hari, dan kesulitan melakukan pekerjaan kecil seperti mengancing.
Kompresi di siku memberi gejala pada jari manis dan kelingking, nyeri tumpul pada siku, dan gejala yang memburuk saat siku ditekuk. Orang yang sering menekuk siku atau bersandar pada siku lebih berisiko. Segera periksa dokter jika gejala berlangsung beberapa minggu atau mengganggu aktivitas.
Kata-kata sulit
- kompresi — tekanan pada jaringan atau struktur tubuh
- saraf — jaringan dalam tubuh yang membawa sinyal
- pergelangan tangan — bagian ruas yang menghubungkan tangan dan lengan
- mati rasa — kehilangan rasa atau sensasi pada bagian tubuh
- kesemutan — rasa seperti jarum menusuk pada kulit
- gejala — tanda atau keluhan yang muncul pada penyakit
- menekuk — membengkokkan bagian tubuh seperti siku atau lututditekuk
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Aktivitas apa yang sulit dilakukan jika gejala pada pergelangan tangan muncul?
- Apa perbedaan utama gejala antara kompresi di pergelangan tangan dan di siku menurut teks?
- Pernahkah kamu merasakan kesemutan pada tangan? Apa yang kamu lakukan saat itu?
Artikel terkait
Savar Ditetapkan Kawasan Udara Terdegradasi karena Polusi Kiln Batu Bata
Departemen Lingkungan menetapkan Savar Upazila sebagai kawasan udara terdegradasi setelah pemantauan menemukan kualitas udara hampir tiga kali lebih buruk dari standar nasional. Aturan baru mulai September 2025 melarang sebagian pembakaran dan meminta izin untuk pabrik baru.
Deforestasi di Tropis Mempercepat Pemanasan dan Kematian Panas
Studi menggunakan data satelit dan model menunjukkan hilangnya hutan di daerah tropis (2001–2020) menaikkan suhu lokal dan terkait sekitar 28,000 kematian panas per tahun. Sekitar 345 juta orang terpapar, terutama di Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Latin.