Para peneliti mencoba transplantasi sel pada model tikus untuk memperbaiki kesehatan jantung dan pembuluh darah setelah cedera sumsum tulang belakang. Mereka mengumpulkan sel saraf yang belum matang dari sumsum tulang belakang atau dari batang otak.
Sel-sel itu ditanamkan ke lokasi cedera. Setelah transplantasi, tikus menunjukkan perbaikan kontrol saraf atas sirkulasi: tekanan darah saat istirahat lebih stabil dan rata-rata denyut jantung menurun. Namun transplantasi tidak mengurangi peningkatan aktivitas hormon yang sering mengikuti cedera.
Peningkatan hormon bisa merusak pembuluh darah dan jantung. Peneliti selanjutnya akan mencari cara mempertahankan perbaikan saraf sambil mengurangi efek hormon yang merugikan.
Kata-kata sulit
- transplantasi — pemindahan sel atau jaringan ke bagian tubuh lain
- sel saraf — sel yang membawa sinyal dari dan ke otak
- sirkulasi — pergerakan darah di dalam tubuh
- tekanan darah — gaya darah pada dinding pembuluh
- denyut jantung — jumlah detak jantung per menit
- hormon — zat kimia tubuh yang mengatur fungsi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa peneliti ingin mempertahankan perbaikan saraf sambil mengurangi efek hormon?
- Apakah menurut Anda perbaikan kontrol saraf atas sirkulasi penting untuk pasien? Jelaskan singkat.
- Pernahkah Anda membaca tentang transplantasi sel sebelumnya? Apa pendapat Anda tentang teknologi ini?
Artikel terkait
AS Perkenalkan Strategi Kesehatan Global 'America First'
Pada 18 September pemerintah AS meluncurkan Strategi Kesehatan Global "America First". Strategi ini menekankan keamanan, kemakmuran, dan pengaruh Amerika serta mengubah syarat pendanaan untuk negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Perbaikan Rumah Kurangi Serangan Asma pada Orang Dewasa di Texas
Studi di Texas menemukan bahwa memperbaiki kondisi rumah dapat mengurangi serangan asma dan gangguan lain pada orang dewasa. Penelitian menunjukkan pemicu rumah tangga seperti ketiadaan kipas dan kebiasaan merokok berperan besar.
RNA kecil kendalikan kolesterol dan penyakit jantung
Peneliti menemukan molekul RNA kecil bernama tsRNA-Glu-CTC yang mengatur produksi kolesterol melalui SREBP2. Pada tikus, menurunkan molekul ini mengurangi kolesterol dan aterosklerosis; temuan serupa juga terlihat pada sampel darah manusia.
Tinggal di Kota Terkait Risiko Stroke Lebih Rendah
Penelitian di AS mengikuti lebih dari 25.000 orang dewasa dan menemukan risiko stroke pertama 2,5% lebih rendah di daerah dengan pembangunan lebih tinggi. Studi memakai data REGARDS dan data satelit untuk mengukur intensitas pembangunan sekitar hunian.