- Pasar 'clean' untuk kecantikan kini semakin besar di banyak tempat.
- Banyak produk memakai label "clean" di rak toko umum.
- Studi ini khusus melihat produk rambut berlabel "clean".
- Peneliti memeriksa daftar bahan pada setiap produk itu.
- Mereka menemukan bahwa beberapa produk masih mengandung bahan berbahaya.
- Label "clean" sering tidak menunjukkan risiko kesehatan sebenarnya.
- Produk untuk rambut tekstur dipakai lebih sering oleh perempuan kulit berwarna.
- Peneliti menyarankan agar orang menghindari beberapa bahan berbahaya.
Kata-kata sulit
- kecantikan — perawatan dan tampilan tubuh atau wajah
- label — kata atau tanda pada produk yang memberi informasi
- bahan — zat atau materi yang dipakai untuk membuat sesuatu
- berbahaya — dapat menimbulkan sakit atau risiko pada kesehatan
- peneliti — orang yang melakukan studi atau pemeriksaan ilmiah
- menghindari — tidak melakukan atau menjauh dari sesuatu yang berbahaya
- tekstur — cara permukaan rambut terasa atau terlihat
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah membeli produk berlabel "clean"?
- Apakah kamu membaca daftar bahan sebelum membeli produk?
- Apakah kamu khawatir tentang bahan berbahaya di produk?
Artikel terkait
Remaja di Hong Kong Menggunakan Chatbot sebagai Teman Emosional
Laporan 12 Oktober 2025 menunjukkan remaja di Hong Kong memakai chatbot seperti Xingye dan Character.AI untuk dukungan emosional. Para ahli peringatkan risiko, dan beberapa pengembang mencoba membuat alat yang lebih aman.
Tisu Uji Cepat untuk Deteksi Timbal di Rumah dan Mobil
Sebuah studi memvalidasi tisu kolorimetrik yang berubah warna untuk mendeteksi timbal di rumah dan kendaraan pekerja konstruksi. Metode ini lebih cepat dan jauh lebih murah dibanding tes laboratorium dan bisa dipakai langsung oleh keluarga.
Vaksin Demam Berdarah Satu Dosis Disetujui di Brasil
Anvisa menyetujui vaksin Butantan-DV satu dosis untuk usia 12–59 pada 26 November. Uji coba dengan 16.000 relawan menunjukkan efektivitas tinggi; lebih dari 1 juta dosis siap dan vaksin akan masuk Program Imunisasi Nasional awal 2026.