📖+10 XP
🎧+10 XP
✅+15 XP
Level A1 – PemulaCEFR A1
2 mnt
77 kata
- Para peneliti di India membuat kemajuan menuju antivenom.
- Mereka meneliti kalajengking hitam di laboratorium.
- Kalajengking itu hidup di daerah tropis dan subtropis.
- Bisa kalajengking dapat menyebabkan masalah pernapasan dan jantung.
- Bisa juga menyebabkan gagal beberapa organ pada manusia.
- Pengobatan biasanya memakai suntikan antivenom yang sering mahal.
- Peneliti menguji bisa pada tikus laboratorium untuk melihat efek.
- Hasil menunjukkan kerusakan organ dan peradangan yang nyata.
- Tim menemukan banyak toksin dalam bisa kalajengking.
- Pengembangan antivenom masih terus berlangsung di laboratorium.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang bekerja untuk mencari jawaban ilmiahPara peneliti
- antivenom — obat yang melawan racun dari hewan beracun
- kalajengking — hewan kecil dengan ekor yang mengandung racunkalajengking hitam
- bisa — racun dari hewan yang dapat menyakiti manusia
- pernapasan — proses mengambil dan mengeluarkan napas
- toksin — zat beracun yang ada dalam racun hewan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah melihat kalajengking?
- Apakah kamu takut bisa kalajengking?
- Apakah menurutmu suntikan antivenom mahal?
Artikel terkait
6 Apr 2026
2 Des 2025
17 Des 2025
Studi: Uji Klinis Obat Kurang Mewakili Keberagaman AS
Peneliti dari University of California menelaah 341 uji penting (2017–2023) dan menemukan hanya 6% uji yang mencerminkan komposisi rasial dan etnis AS. Mereka menganalisis tren ketidakwakilan dan merekomendasikan peningkatan keberagaman sejak awal pengembangan obat.
21 Apr 2026
21 Apr 2026
Residu dupa di Pompeii mengungkap bahan lokal dan impor
Analisis residu dari pembakar dupa di Pompeii dan vila dekatnya menemukan tumbuhan lokal, getah pohon yang diduga impor dari kawasan tropis, dan produk anggur yang dipakai dalam ritual. Studi ini memakai teknik laboratorium modern dan ditampilkan di pameran permanen taman arkeologi.