Studi dari Boston University, yang dipublikasikan di Current Biology, menelaah neurogenesis pada zebra finch, seekor burung penyanyi. Tim menggunakan connectomics berbasis mikroskop elektron untuk melacak neuron baru saat mereka lahir, bermigrasi, dan matang di otak dewasa.
Bertentangan dengan dugaan, neuron baru sering membuat terowongan langsung melalui jaringan otak matang. Sel-sel tampak meremas dan mendorong melalui struktur yang sudah mapan, bukan menghindarinya. Cara ini mungkin memudahkan penambahan keterampilan baru atau membantu memperbaiki jaringan yang rusak.
Namun perilaku tersebut juga berisiko karena dapat merusak sel dan ingatan yang sudah ada. Benjamin Scott dari BU mengatakan neuron baru berperilaku seperti penjelajah yang membuka jalan di hutan lebat, dan hal ini mungkin menjelaskan keterbatasan regenerasi otak pada mamalia dewasa.
Tim kini memakai pengurutan RNA sel tunggal untuk mencari gen yang aktif pada neuron migran dan mempelajari sel yang berinteraksi dengan mereka. Penelitian ini melibatkan kolaborator internasional dan didukung oleh BU Neurophotonics Center.
Kata-kata sulit
- neurogenesis — pembentukan sel saraf baru di otak
- connectomics — studi tentang sambungan antar neuron dalam otak
- pengurutan — proses menentukan urutan basa pada RNA
- migrasi — pindah atau bergerak ke tempat lainbermigrasi
- regenerasi — pertumbuhan kembali jaringan yang rusak
- kolaborator — orang atau kelompok yang bekerja sama
- matang — sudah dewasa atau berkembang sepenuhnya
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda manfaat penambahan neuron baru lebih besar daripada risikonya? Mengapa?
- Bagaimana hasil penelitian pada burung penyanyi dapat membantu memahami otak mamalia menurut Anda?
- Metode apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut dari penelitian ini, dan mengapa?
Artikel terkait
Sel Korteks Retrosplenial untuk Menemukan Jalan Bertahan Selama Evolusi
Peneliti menemukan bahwa dua tipe sel otak di korteks retrosplenial, yang membantu navigasi, terjaga selama jutaan tahun evolusi. Studi membandingkan neuron tikus dan rat dan meneliti kaitannya dengan penyakit Alzheimer.
Peradangan Kaitan dengan Pilihan Bersosialisasi di Media Sosial
Studi menemukan orang dengan peradangan lebih tinggi cenderung berinteraksi lewat media sosial daripada bertemu langsung. Penelitian dipimpin oleh David Lee dari University at Buffalo dan dipublikasikan di Scientific Reports.
H5N1 Menyebar pada Burung Nasar Hitam di AS
Peneliti University of Georgia menemukan virus influenza burung H5N1 pada banyak bangkai nasar hitam yang dikumpulkan pada 2022–2023. Studi memperingatkan peredaran sepanjang tahun, risiko mutasi, dan ancaman bagi burung langka seperti condor.
Jejak Otak untuk Menyesuaikan Perilaku dengan Orang Lain
Penelitian University of Zurich menunjukkan bagaimana aktivitas otak membantu orang menebak pikiran orang lain dan mengubah perilaku. Temuan ini menjelaskan proses "mentalisasi adaptif" dan dapat membantu memahami disabilitas sosial seperti autisme dan gangguan kepribadian.