Peneliti di Boston University mempelajari zebra finch, burung penyanyi dari Australia. Mereka ingin tahu bagaimana neuron baru lahir, bergerak, dan matang di otak dewasa burung.
Mereka menggunakan connectomics berbasis mikroskop elektron untuk melihat proses ini dengan detail tinggi. Tim menemukan neuron baru sering membuat terowongan melewati jaringan otak yang matang, dan sel-sel itu meremas serta mendorong sel lain.
Para peneliti mengatakan proses ini bisa membantu burung belajar atau memperbaiki kerusakan, tetapi juga berisiko merusak sel dan ingatan. Sekarang mereka mencari gen yang aktif pada neuron migran dengan single-cell RNA sequencing (pengurutan RNA sel tunggal).
Kata-kata sulit
- neuron — sel saraf yang mengirim sinyal di otak atau tubuhneuron migran
- connectomics — pemetaan hubungan antara sel saraf di otak
- mikroskop elektron — alat untuk melihat struktur sangat kecil dengan elektron
- meremas — menekan sesuatu kuat hingga berubah bentuk atau posisi
- terowongan — lorong sempit yang bisa dilalui oleh sesuatu
- pengurutan — proses membaca susunan basa pada molekul genetik
- migran — bergerak dari satu bagian tubuh ke bagian lain
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurutmu neuron baru bisa membantu burung belajar?
- Apakah kamu khawatir jika proses ini merusak ingatan? Mengapa?
- Pernahkah kamu melihat burung penyanyi? Ceritakan pengalaman singkatmu.
Artikel terkait
Kurangnya Bukti Ilmiah Hambat Kebijakan Afrika
Lise Korsten dari African Academy of Sciences mengatakan sedikitnya bukti ilmiah yang dihasilkan di Afrika menghambat pembuatan kebijakan dan membuat benua itu lemah dalam perdagangan. AAS membangun jaringan dan program diplomasi sains untuk mengatasi masalah ini.
Peneliti Petakan Siklus Sel Toxoplasma dengan Fluoresen
Peneliti mengadaptasi pencitraan fluoresen untuk mengamati Toxoplasma gondii secara waktu nyata. Mereka memetakan tahapan siklus sel parasit dan kini mencari titik lemah untuk menguji obat yang dapat menghentikan perkembangannya.
Transplantasi sel bantu kesehatan jantung setelah cedera sumsum tulang belakang
Para peneliti menguji transplantasi sel pada tikus untuk memperbaiki kontrol saraf atas tekanan darah dan denyut jantung setelah cedera sumsum tulang belakang. Hasil menunjukkan perbaikan saraf, namun respons hormon berlebih tetap ada.
Perpecahan dan Kekerasan di Kelompok Simpanse Kibale
Studi jangka panjang di Kibale, Uganda, menunjukkan satu kelompok simpanse besar terpecah dan anggota salah satu bagian kemudian menyerang serta membunuh banyak mantan anggota. Temuan ini dipublikasikan di Science dan menimbulkan pertanyaan tentang hubungan sosial simpanse.