Proyek penelitian Ngogo dimulai pada 1995 oleh John Mitani dan David Watts. Peneliti mengikuti simpanse ini selama beberapa dekade dan hasilnya dipublikasikan di Science.
Pada awal pengamatan jumlah anggota lebih dari 100 dan kemudian tumbuh menjadi sekitar 200. Dari 1998 sampai 2014 simpanse hidup sebagai satu unit, tetapi sejak 2015 agresi meningkat antara dua subkelompok yang disebut pusat dan barat.
Pada 2016 kelompok barat melakukan patroli teritorial dan terjadi perkelahian pejantan. Pada 2018 ada pembunuhan pertama anggota muda dari kelompok pusat, lalu kedua kelompok berhenti berinteraksi secara sosial dan reproduksi.
Kata-kata sulit
- penelitian — kegiatan mencari dan memeriksa informasi ilmiah
- dekade — periode waktu selama sepuluh tahun
- subkelompok — bagian dari kelompok yang lebih kecil
- patroli — kegiatan menjaga wilayah dengan berjalan
- perkelahian — pertarungan atau konflik fisik antara hewan
- reproduksi — proses kelahiran atau pembuahan untuk memiliki keturunan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurutmu agresi bisa meningkat antara dua subkelompok?
- Apa yang bisa dilakukan peneliti jika terjadi perkelahian antar simpanse?
- Pernahkah kamu melihat hewan berebut wilayah? Ceritakan singkat.
Artikel terkait
Peneliti Mengamati Virus Flu Masuk ke Sel Hidup
Peneliti dari Swiss dan Jepang mengembangkan metode mikroskopi baru, ViViD-AFM, untuk melihat bagaimana virus influenza masuk ke sel manusia hidup. Mereka menemukan sel aktif menangkap virus dan metode ini berguna untuk riset obat dan vaksin.
Obat oral baru untuk penyakit tidur: acoziborole disetujui
Acoziborole, obat oral baru untuk penyakit tidur, disetujui oleh regulator Eropa. Uji di Republik Demokratik Kongo dan Guinea menunjukkan keberhasilan hingga 96 persen, dan obat memungkinkan diagnosis serta pengobatan dalam satu kunjungan.
Sistem Pengenalan Semut Lebih Fleksibel dari Dugaan
Penelitian dari Rockefeller University menemukan bahwa semut perampok klonal dapat mengubah bau tubuhnya setelah lama berada di koloni asing, sehingga diterima sebagai anggota. Namun ada batas alami dan toleransi itu mudah hilang tanpa kontak terus-menerus.