LingVo.club
📖+20 XP
🎧+15 XP
+25 XP
Perpecahan dan Kekerasan di Kelompok Simpanse Kibale (Level A2) — person holding white and red love is love print signage

Perpecahan dan Kekerasan di Kelompok Simpanse KibaleCEFR A2

21 Apr 2026

Diadaptasi dari U. Michigan, Futurity CC BY 4.0

Foto oleh Mathias Reding, Unsplash

Level A2 – Dasar / Elementer
2 mnt
90 kata

Proyek penelitian Ngogo dimulai pada 1995 oleh John Mitani dan David Watts. Peneliti mengikuti simpanse ini selama beberapa dekade dan hasilnya dipublikasikan di Science.

Pada awal pengamatan jumlah anggota lebih dari 100 dan kemudian tumbuh menjadi sekitar 200. Dari 1998 sampai 2014 simpanse hidup sebagai satu unit, tetapi sejak 2015 agresi meningkat antara dua subkelompok yang disebut pusat dan barat.

Pada 2016 kelompok barat melakukan patroli teritorial dan terjadi perkelahian pejantan. Pada 2018 ada pembunuhan pertama anggota muda dari kelompok pusat, lalu kedua kelompok berhenti berinteraksi secara sosial dan reproduksi.

Kata-kata sulit

  • penelitiankegiatan mencari dan memeriksa informasi ilmiah
  • dekadeperiode waktu selama sepuluh tahun
  • subkelompokbagian dari kelompok yang lebih kecil
  • patrolikegiatan menjaga wilayah dengan berjalan
  • perkelahianpertarungan atau konflik fisik antara hewan
  • reproduksiproses kelahiran atau pembuahan untuk memiliki keturunan

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Mengapa menurutmu agresi bisa meningkat antara dua subkelompok?
  • Apa yang bisa dilakukan peneliti jika terjadi perkelahian antar simpanse?
  • Pernahkah kamu melihat hewan berebut wilayah? Ceritakan singkat.

Artikel terkait

Molekul Baru dari Bakteri Terumbu Karang (Level A2)
29 Apr 2026

Molekul Baru dari Bakteri Terumbu Karang

Ekspedisi Tara Pacific mengumpulkan ribuan sampel terumbu karang dan menemukan banyak bakteri baru yang menghasilkan metabolit bioaktif. Penelitian menunjukkan potensi obat dan produk industri, namun menekankan pentingnya konservasi terumbu karang.

Nyamuk Bisa Belajar Bau DEET (Level A2)
31 Mei 2026

Nyamuk Bisa Belajar Bau DEET

Studi menemukan nyamuk Aedes aegypti dapat belajar mengaitkan bau DEET dengan sumber makanan dan, dalam beberapa kasus, menjadi tertarik padanya. Peneliti tetap menyarankan penggunaan DEET namun menyebut perlunya pemakaian ulang yang teratur.