Banyak orang pernah melakukan tindakan rutin tanpa mengingatnya. Contohnya adalah mengemudikan kendaraan ke suatu tempat tanpa sadar. Dulu, dua ahli sains memiliki pendapat berbeda tentang kapan kesadaran itu muncul di otak. Satu pendapat menyatakan kesadaran muncul setelah gerakan, sedangkan pendapat lain menyatakan kesadaran muncul sebelum gerakan.
Baru-baru ini, para peneliti dari Yale University memecahkan masalah tersebut. Mereka menguji 67 orang yang bermain gim teka-teki sambil melihat video. Peneliti mengukur aktivitas otak para peserta selama permainan berlangsung. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua pendapat lama itu ternyata benar.
Kesadaran membutuhkan sinyal otak sebelum dan sesudah tindakan terjadi. Selain itu, rasa lelah dan gangguan bisa membuat pupil mata menyempit sehingga kesadaran menurun. Hal ini membantu manusia menjalankan kegiatan harian seperti mengemudi dengan lancar.
Kata-kata sulit
- kesadaran — keadaan ingat dan sadar akan sesuatu hal
- pendapat — pikiran atau tanggapan seseorang mengenai sesuatu hal
- peneliti — orang yang mempelajari sesuatu secara ilmiah
- gangguan — hal yang mengganggu atau merusak ketenangan
- ukur — menghitung ukuran atau jumlah sesuatu dengan alatmengukur
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah mengemudi atau berjalan ke suatu tempat tanpa menyadarinya?
- Mengapa rasa lelah dapat memengaruhi kesadaran kita saat beraktivitas?
- Kegiatan harian apa saja yang biasa kamu lakukan secara otomatis?
Artikel terkait
Pola pikir "semua-atau-tidak sama sekali" pada olahraga
Peneliti menemukan bahwa pola pikir "semua-atau-tidak sama sekali" membuat orang meninggalkan rencana olahraga. Studi ini mengidentifikasi empat unsur pola pikir itu dan memberi saran berpikir ulang agar orang lebih konsisten berolahraga.
Energi pulsasi mungkin penyebab hidrosefalus
Penelitian yang dipimpin Michael Egnor di Stony Brook Medicine mengusulkan hidrosefalus disebabkan oleh kegagalan otak menyerap energi pulsasi detak jantung, bukan hanya malabsorpsi cairan serebrospinal. Temuan itu dipublikasikan di Journal of Neurosurgery: Pediatrics.