Tim peneliti menelaah laporan harian lebih dari 100 mahasiswa selama beberapa minggu untuk melihat hubungan antara emosi, kepribadian, dan perilaku kreatif. Mereka meminta mahasiswa mencatat perasaan dan contoh kegiatan kreatif, seperti menggambar, menulis puisi, dan bermain musik. Mammadov, penulis utama dan profesor madya departemen psikologi pendidikan, menggambarkan kreativitas sehari-hari sebagai "segala aktivitas yang baru dan berguna tanpa perlu pengakuan dari masyarakat."
Analisis menunjukkan bahwa emosi positif dan kreativitas saling mendukung: orang yang lebih kreatif cenderung merasa lebih baik, dan emosi positif meningkatkan kemungkinan melakukan kegiatan kreatif. Emosi positif juga memprediksi kreativitas esok hari. Faktor lain seperti otonomi dan rasa mampu berkaitan dengan keterlibatan kreatif yang lebih tinggi, dan frustrasi karena tekanan eksternal kadang justru meningkatkan tindakan kreatif karena orang mencari hal yang bisa mereka kendalikan.
Peneliti mencatat bahwa merasa sedih atau marah tidak selalu menurunkan output kreatif, dan kecerdasan umum bukan penentu keterlibatan. Mereka menyarankan fokus pada pengaturan emosi dan dukungan kesejahteraan untuk mendorong kreativitas sehari-hari.
Kata-kata sulit
- kreativitas — Kemampuan untuk menciptakan ide atau karya baru.kreatif
- emosi — Perasaan atau keadaan mental seseorang.emosi positif, emosi negatif
- perilaku — Cara seseorang bertindak atau berperilaku.
- lingkungan — Keadaan sekitar yang memengaruhi kehidupan.
- terinspirasi — Alasan atau dorongan untuk melakukan sesuatu.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana suasana hati memengaruhi pekerjaan sehari-hari Anda?
- Apa lingkungan yang baik untuk meningkatkan kreativitas?
- Mengapa orang perlu terlibat dalam aktivitas kreatif?
- Apakah emosi negatif selalu buruk untuk kreativitas? Kenapa?
Artikel terkait
Peralihan Cepat ke Pembelajaran Daring dan Dampaknya pada Mahasiswa China
Studi tentang peralihan mendadak ke pembelajaran daring selama lockdown COVID-19 2020 di China membandingkan nilai mahasiswa sebelum dan selama lockdown. Hasil: nilai matematika naik, mata diskusi kurang untung, dan kebijakan lockdown memengaruhi hasil belajar.
Melihat Ketidakpastian sebagai Peluang
Penelitian ETH Zurich menguji apakah memandang ketidakpastian sebagai peluang mengubah sikap politik. Setelah presentasi singkat, peserta lebih positif terhadap keberagaman, lebih mendukung perubahan sosial, dan lebih kecil kemungkinan memilih AfD.
Media sosial dan jaringan keluarga pedesaan saat anak kuliah
Penelitian membandingkan mahasiswa pedesaan yang pergi ke universitas dan orang tua yang tinggal di kampung untuk melihat bagaimana media sosial mengubah keberagaman jaringan dan sikap toleransi. Hasil menunjukkan efek umum positif, tapi berbagi platform memberi dampak berbeda pada mahasiswa dan orang tua.
Kurangnya Bukti Ilmiah Hambat Kebijakan Afrika
Lise Korsten dari African Academy of Sciences mengatakan sedikitnya bukti ilmiah yang dihasilkan di Afrika menghambat pembuatan kebijakan dan membuat benua itu lemah dalam perdagangan. AAS membangun jaringan dan program diplomasi sains untuk mengatasi masalah ini.