Pada 79 CE letusan Gunung Vesuvius mengubur Pompeii dan melindungi bangunan serta benda organik. Para peneliti kemudian mengambil residu dari dua wadah pembakar dupa di Pompeii dan satu pembakar dari vila terdekat untuk dianalisis di laboratorium.
Studi ini dipimpin oleh Johannes Eber dari University of Zurich dengan kontribusi ilmuwan lain. Analisis mengidentifikasi sisa tumbuhan lokal dan juga bahan impor: tim menemukan getah pohon eksotik yang kemungkinan berasal dari kawasan tropis di Afrika atau Asia. Tes biomolekuler juga mendeteksi produk anggur pada salah satu pembakar, yang terkait dengan penggunaan anggur dalam ritual Romawi seperti yang tergambar pada sumber kuno.
Para ilmuwan mengombinasikan teknik kimia dan mikroskopis untuk mengaitkan data laboratorium dengan konteks arkeologis. Temuan ini memperkaya pemahaman tentang praktik keagamaan sehari-hari dan jaringan perdagangan yang menghubungkan Pompeii dengan wilayah jauh. Banyak temuan organik tersebut kini dipajang di pameran permanen taman arkeologi.
Kata-kata sulit
- residu — sisa bahan atau zat yang tertinggal
- pembakar — alat untuk membakar dupa atau bahan lain
- getah — cairan lengket dari dalam pohon
- biomolekuler — berkaitan dengan molekul hidup pada organisme
- ritual — serangkaian tindakan keagamaan atau upacara
- konteks — latar atau situasi di mana sesuatu ditemui
- jaringan — hubungan yang menghubungkan orang atau tempat
- impor — barang yang datang dari luar negeri
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa penemuan bahan impor seperti getah pohon penting untuk memahami kehidupan di Pompeii? Jelaskan pendapat Anda.
- Bagaimana penggabungan teknik kimia dan mikroskopis membantu peneliti mengaitkan temuan dengan konteks arkeologis? Beri contoh singkat.
- Apakah menurut Anda benda organik yang dipajang di pameran dapat mengubah cara orang melihat praktik keagamaan kuno? Mengapa atau mengapa tidak?
Artikel terkait
Forum Jurnalis Sains: Pelajaran dari Pandemi
Science Journalism Forum (30 Agustus—2 September) mengumpulkan jurnalis dan editor secara daring untuk membahas tantangan jurnalisme sains selama pandemi. Konferensi bertujuan memperkuat jaringan dan keterampilan, terutama di negara berkembang.
Ramalan Cuaca Lebih Baik Bisa Kurangi Kematian Karena Panas
Penelitian menemukan bahwa perbaikan ramalan cuaca jangka pendek dapat mengurangi kematian akibat panas seiring pemanasan iklim. Peringatan yang tepat memberi orang kesempatan melindungi diri; studi memperkirakan pengurangan besar di AS pada tahun 2100.
Cahaya Mengendalikan Jaringan Protein untuk Sel Buatan
Para peneliti mengembangkan cara mengendalikan jaringan protein yang berkontraksi dengan melepaskan kalsium menggunakan cahaya. Metode ini meniru pulsa kalsium pada organisme dan bisa membantu aktuasi terkontrol untuk sel buatan pengantar obat.