Cedera sumsum tulang belakang memutus jalur saraf antara otak dan tubuh dan sering menyebabkan kelumpuhan. Ilmuwan menanamkan sel punca saraf ke sumsum tulang belakang yang cedera agar neuron baru bisa menggantikan sel yang rusak.
Studi pada hewan melacak bagaimana sel progenitor saraf yang ditransplantasikan berhubungan dengan jaringan motorik. Ketika sebagian kecil neuron cangkok diaktifkan secara eksperimen, otot kaki hewan menunjukkan respons.
Peneliti menemukan interneuron yang menghubungkan sirkuit berjalan relatif jarang, dan respons otot terjadi pada sekitar 20% sampai 30% hewan. Langkah selanjutnya adalah memahami mengapa beberapa hewan merespons sementara yang lain tidak.
Kata-kata sulit
- cedera — kerusakan pada tubuh atau organ
- sumsum tulang belakang — bagian tulang belakang yang berisi saraf
- sel punca — sel yang bisa berubah jadi jenis sel lain
- menanamkan — meletakkan sel ke dalam tubuh atau organ
- neuron — sel saraf yang mengirimkan sinyal
- interneuron — neuron yang menghubungkan neuron lain
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa langkah selanjutnya yang ingin dipahami peneliti menurut teks?
- Apakah menurutmu penting bahwa hanya 20–30% hewan menunjukkan respons? Mengapa singkat.
Artikel terkait
Molekul Baru Menyimpan Energi Surya untuk Panas Malam
Para peneliti UC Santa Barbara mengembangkan molekul organik bernama pyrimidone yang menangkap cahaya matahari, menyimpan energi dalam ikatan kimia, dan melepaskannya sebagai panas saat diperlukan. Material ini larut dalam air dan dapat dipompa melalui kolektor surya.
Musim Dingin Hangat dan Kuncup Dini pada Tumbuhan di Washington
Desember lalu tercatat sangat hangat di negara bagian Washington, dan musim dingin tetap relatif hangat sehingga banyak tumbuhan menunjukkan kuncup lebih awal. Seorang profesor biologi membahas bagaimana gen tumbuhan memantau perubahan musim, namun tidak ada kesimpulan tegas.
Ilmuwan Afrika Selatan Pantau Kualitas Udara Waktu Nyata dengan Metode Fisika Partikel
Ilmuwan di Afrika Selatan mengadaptasi metode fisika partikel untuk sistem AI_r yang memantau kualitas udara waktu nyata menggunakan sensor murah, IoT, dan kecerdasan buatan. Proyek memasang 500 sensor di Sedibeng tahun depan dan mendapat dukungan internasional.