- Tikus kayu dapat bertahan dari gigitan ular derik berbisa.
- Perubahan pada gen memberi mereka keuntungan saat diserang.
- Para peneliti menemukan banyak salinan gen SERPINA3 pada tikus.
- Salinan gen tambahan muncul lewat duplikasi tandem di genom.
- Protein dari gen itu bisa mengikat komponen bisa ular.
- Beberapa protein memblokir efek toksik bisa dan membantu tikus tetap hidup.
- Protein lain tidak berinteraksi dengan bisa dan berbeda fungsi.
- Penelitian ini menunjukkan gen ganda membantu tikus melawan ular.
Kata-kata sulit
- gen — bagian pada DNA yang menentukan sifat
- salinan — bagian yang sama dibuat lebih dari satu
- duplikasi tandem — penggandaan berurutan pada tempat yang sama
- protein — molekul di tubuh yang melakukan fungsi penting
- mengikat — menempel atau terhubung erat dengan sesuatu
- toksik — bersifat berbahaya atau beracun untuk tubuh
- bertahan — tetap hidup atau tidak mati dalam kondisi sulit
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu takut ular?
- Pernahkah kamu melihat tikus di dekat rumah?
- Apa yang kamu lakukan jika melihat ular?
Artikel terkait
Peta Biologis Menghubungkan Sel dan Jaringan Otak
Sebuah studi di Nature Communications menggabungkan pemindaian otak, data genetik, dan pencitraan molekuler untuk menunjukkan bagaimana organisasi seluler dan molekuler membentuk jaringan otak besar. Temuan berpotensi mengubah studi kognisi dan gangguan mental.
Bonobo Dapat Berpura-pura dan Membayangkan Benda
Peneliti melaporkan kera besar bisa berimajinasi dan berpura-pura. Temuan dari tiga percobaan terkontrol dengan bonobo Kanzi, dipublikasikan di Science, menunjukkan kemampuan ini mungkin berasal dari leluhur bersama 6–9 juta tahun lalu.
Studi Genetika: Banyak Korban Bunuh Diri Tanpa Depresi
Penelitian genetika University of Utah menunjukkan banyak orang yang meninggal karena bunuh diri tidak memiliki depresi atau riwayat psikiatri. Peneliti menganalisis data anonim lebih dari 2.700 kasus untuk menemukan perbedaan risiko genetik.