- Tikus kayu dapat bertahan dari gigitan ular derik berbisa.
- Perubahan pada gen memberi mereka keuntungan saat diserang.
- Para peneliti menemukan banyak salinan gen SERPINA3 pada tikus.
- Salinan gen tambahan muncul lewat duplikasi tandem di genom.
- Protein dari gen itu bisa mengikat komponen bisa ular.
- Beberapa protein memblokir efek toksik bisa dan membantu tikus tetap hidup.
- Protein lain tidak berinteraksi dengan bisa dan berbeda fungsi.
- Penelitian ini menunjukkan gen ganda membantu tikus melawan ular.
Kata-kata sulit
- gen — bagian pada DNA yang menentukan sifat
- salinan — bagian yang sama dibuat lebih dari satu
- duplikasi tandem — penggandaan berurutan pada tempat yang sama
- protein — molekul di tubuh yang melakukan fungsi penting
- mengikat — menempel atau terhubung erat dengan sesuatu
- toksik — bersifat berbahaya atau beracun untuk tubuh
- bertahan — tetap hidup atau tidak mati dalam kondisi sulit
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu takut ular?
- Pernahkah kamu melihat tikus di dekat rumah?
- Apa yang kamu lakukan jika melihat ular?
Artikel terkait
Tagatose: gula langka yang dibuat dari glukosa oleh bakteri
Peneliti Tufts mengembangkan cara membuat tagatose, pemanis mirip gula, dengan merekayasa bakteri Escherichia coli. Metode ini menggunakan enzim baru dari jamur lendir dan menghasilkan tagatose lebih efisien, serta aman menurut otoritas kesehatan.
Serangan Udara Mengganggu Universitas dan Riset di Iran
Berbulan-bulan serangan udara merusak banyak universitas dan laboratorium di Iran. UNESCO mengecam tindakan itu, dan para ahli memperingatkan pembelajaran daring tidak bisa menggantikan pelatihan laboratorium serta dapat merusak masa depan ilmuwan muda.
Obat Eksperimental Lindungi Jantung pada DMD
Peneliti menemukan bahwa obat eksperimental Setanaxib dapat melindungi jantung pada orang dengan Duchenne muscular dystrophy (DMD). Studi praklinis menunjukkan obat ini mempertahankan fungsi jantung, mengurangi pembesaran dan fibrosis, serta menargetkan enzim NOX4.
Peneliti Mengamati Virus Flu Masuk ke Sel Hidup
Peneliti dari Swiss dan Jepang mengembangkan metode mikroskopi baru, ViViD-AFM, untuk melihat bagaimana virus influenza masuk ke sel manusia hidup. Mereka menemukan sel aktif menangkap virus dan metode ini berguna untuk riset obat dan vaksin.