Peneliti meneliti dua jenis anoles yang hidup di tenggara Amerika Serikat. Mereka ingin tahu bagaimana suhu memengaruhi agresi antarspesies.
Dalam percobaan, pasangan anoles cokelat dan hijau ditempatkan bersama di kandang yang mengubah suhu dari sejuk ke lebih panas. Hasilnya, kedua spesies jadi lebih agresif saat hangat, tetapi peningkatan agresi lebih besar pada anoles cokelat.
Temuan ini menunjukkan pemanasan iklim bisa membuat spesies invasif lebih unggul dalam persaingan habitat.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang melakukan penelitian ilmiah
- memengaruhi — menyebabkan perubahan pada keadaan atau sifat
- agresi — perilaku yang menunjukkan serangan atau permusuhan
- antarspesies — antara dua jenis atau lebih spesies hewan
- percobaan — uji yang dibuat untuk melihat hasil atau efek
- pemanasan iklim — kenaikan suhu rata-rata di bumi
- invasif — jenis yang masuk dan mengambil alih habitat baru
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurutmu pemanasan iklim dapat mengubah persaingan antarspesies di lingkunganmu? Jelaskan singkat.
- Pernahkah kamu melihat hewan lebih aktif atau agresif saat panas? Ceritakan satu contoh.
- Bagaimana menurutmu peneliti bisa mengulang percobaan suhu seperti ini? Sebutkan satu langkah.
Artikel terkait
Splicing alternatif terkait umur pada 26 spesies mamalia
Studi di Nature Communications membandingkan splicing alternatif pada 26 spesies mamalia (usia 2.2–37 tahun). Hasil menunjukkan pola splicing, terutama di otak, berhubungan dengan usia maksimal dan dikendalikan oleh protein pengikat RNA.
Peta Biologis Menghubungkan Sel dan Jaringan Otak
Sebuah studi di Nature Communications menggabungkan pemindaian otak, data genetik, dan pencitraan molekuler untuk menunjukkan bagaimana organisasi seluler dan molekuler membentuk jaringan otak besar. Temuan berpotensi mengubah studi kognisi dan gangguan mental.
Pemimpin Sains Terbuka Dorong Akses Ilmiah yang Adil
Ana María Cetto, seorang fisikawan Meksiko, ditunjuk sebagai ketua komite Sains Terbuka UNESCO dan memperingatkan privatisasi ilmu pengetahuan. Ia mendukung platform regional seperti Latindex serta kebijakan untuk menjaga pengetahuan sebagai barang publik.