Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Molecular Biology and Evolution meneliti mengapa tikus kayu tahan terhadap bisa ular derik. Studi ini fokus pada keluarga gen SERPINs; penelitian sebelumnya menunjukkan SERPINA1 dapat menghambat bisa ular Eropa, sedangkan studi baru ini memusatkan perhatian pada SERPINA3. Para peneliti menemukan bahwa tikus kayu membawa 12 salinan SERPINA3, sedangkan manusia hanya memiliki satu.
Tim di University of Michigan menguji protein yang dikodekan oleh masing-masing salinan gen itu dengan sampel bisa dari ular derik pemangsa tikus. Banyak protein mengikat komponen bisa dan mengurangi toksisitasnya, tetapi ada variasi besar: beberapa protein tidak berinteraksi, sementara satu protein menghambat dua komponen berbeda.
Para penulis menyarankan duplikasi gen pada SERPINA3 mungkin bagian dari respons koevolusi antara mangsa dan pemburu. Studi ini didukung oleh National Institutes of Health dan Honors Summer Fellowship dari University of Michigan.
Kata-kata sulit
- penelitian — studi ilmiah tentang suatu topik
- salinan — versi gen yang sama dalam organisme
- mengkodekan — ditulis dalam bentuk gen untuk membuat proteindikodekan
- toksisitas — tingkat kemampuan suatu zat meracunitoksisitasnya
- duplikasi — proses penggandaan bagian materi genetik
- koevolusi — perkembangan bersama dua spesies karena interaksi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa memiliki beberapa salinan gen bisa membantu tikus melawan bisa ular? Jelaskan pendapat Anda dengan satu atau dua kalimat.
- Bagaimana hasil studi ini bisa berdampak pada penelitian obat atau pengobatan untuk racun ular? Beri satu atau dua kemungkinan.
- Apakah menurut Anda penting mendukung penelitian seperti ini di universitas dan lembaga kesehatan? Mengapa atau mengapa tidak?
Artikel terkait
Bactery: Baterai dari Bakteri Tanah untuk Pertanian
Spin-out dari University of Bath mengembangkan Bactery, baterai yang memanfaatkan bakteri tanah untuk memberi daya sensor dan perangkat IoT di lahan pertanian dengan pasokan listrik sulit. Prototipe diuji sejak 2019 dan perusahaan menargetkan produksi kecil tahun 2026.
Waktu Hari Memengaruhi Efek Kemoterapi pada Glioblastoma
Penelitian menemukan waktu hari memengaruhi respons glioblastoma terhadap kemoterapi temozolomide. Aktivitas enzim MGMT berubah sepanjang hari, dan waktu biopsi juga dapat memengaruhi penilaian metilasi tumor. Temuan ini mendorong penelitian klinis lanjut pada kronomedisin.