Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Molecular Biology and Evolution meneliti mengapa tikus kayu tahan terhadap bisa ular derik. Studi ini fokus pada keluarga gen SERPINs; penelitian sebelumnya menunjukkan SERPINA1 dapat menghambat bisa ular Eropa, sedangkan studi baru ini memusatkan perhatian pada SERPINA3. Para peneliti menemukan bahwa tikus kayu membawa 12 salinan SERPINA3, sedangkan manusia hanya memiliki satu.
Tim di University of Michigan menguji protein yang dikodekan oleh masing-masing salinan gen itu dengan sampel bisa dari ular derik pemangsa tikus. Banyak protein mengikat komponen bisa dan mengurangi toksisitasnya, tetapi ada variasi besar: beberapa protein tidak berinteraksi, sementara satu protein menghambat dua komponen berbeda.
Para penulis menyarankan duplikasi gen pada SERPINA3 mungkin bagian dari respons koevolusi antara mangsa dan pemburu. Studi ini didukung oleh National Institutes of Health dan Honors Summer Fellowship dari University of Michigan.
Kata-kata sulit
- penelitian — studi ilmiah tentang suatu topik
- salinan — versi gen yang sama dalam organisme
- mengkodekan — ditulis dalam bentuk gen untuk membuat proteindikodekan
- toksisitas — tingkat kemampuan suatu zat meracunitoksisitasnya
- duplikasi — proses penggandaan bagian materi genetik
- koevolusi — perkembangan bersama dua spesies karena interaksi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa memiliki beberapa salinan gen bisa membantu tikus melawan bisa ular? Jelaskan pendapat Anda dengan satu atau dua kalimat.
- Bagaimana hasil studi ini bisa berdampak pada penelitian obat atau pengobatan untuk racun ular? Beri satu atau dua kemungkinan.
- Apakah menurut Anda penting mendukung penelitian seperti ini di universitas dan lembaga kesehatan? Mengapa atau mengapa tidak?
Artikel terkait
Virtual Vet: Permainan untuk Belajar Sains dan Penalaran
Peneliti di University of Georgia merancang permainan Virtual Vet untuk membantu siswa sekolah dasar berlatih anatomi, kesehatan, dan keterampilan penalaran. Uji coba menunjukkan anak yang memainkan permainan memperoleh skor lebih tinggi dibanding metode kelas tradisional.
Sains warga bantu pantau kesehatan dan SDG
Tinjauan ilmiah menemukan sains warga dapat membantu memantau indikator kesehatan dan kesejahteraan yang terkait SDG dan Target Triple Billion WHO. Studi ini menunjukkan potensi besar, contoh praktik, serta tantangan kualitas dan partisipasi.
Otak dan suara: mengapa anjing laut bisa meniru
Studi yang diterbitkan di Science dan dipimpin oleh Emory University serta New College of Florida menemukan jalur saraf pada otak yang menjelaskan mengapa beberapa anjing laut mampu mengontrol dan meniru suara, sementara anjing liar biasanya tidak.