Ilmuwan University of Utah Health melaporkan keberadaan "jam penuaan" RNA tersembunyi pada sperma manusia. Kenaikan usia ayah telah dikaitkan dengan risiko bagi generasi berikutnya, dan penelitian ini menemukan perubahan RNA sperma yang mungkin menjelaskan sebagian risiko tersebut.
Tim yang dipimpin Chen mengembangkan metode sekuensing bernama PANDORA-seq untuk mendeteksi RNA yang luput dari metode standar. Pada tikus para peneliti mengamati transisi tajam dalam isi RNA sperma antara dua fase usia yang disebut "tebing penuaan". Mereka juga mencatat jam molekuler progresif: beberapa RNA menjadi lebih panjang, sementara fragmen pendek menjadi kurang umum. Pola serupa terlihat pada sperma manusia.
Untuk menguji fungsi, peneliti memasukkan campuran "old RNA" ke sel punca embrionik tikus yang menyerupai embrio awal. Sel itu menampilkan perubahan ekspresi gen yang berhubungan dengan metabolisme dan penyakit neurodegeneratif. Sinyal utama terdeteksi hanya pada RNA dari kepala sperma, dan tim berencana mengidentifikasi enzim yang menyebabkan pergeseran ini.
Kata-kata sulit
- penuaan — proses menjadi lebih tua seiring waktu
- sekuensing — metode untuk membaca urutan genetik
- tebing penuaan — perubahan cepat yang terjadi pada usia tertentu
- fragmen — potongan pendek dari materi genetik
- ekspresi gen — proses gen membuat produk seperti protein
- sel punca embrionik — sel awal yang bisa berkembang jadi berbagai jaringan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Jika perubahan RNA pada sperma dapat memengaruhi generasi berikutnya, tindakan apa yang menurutmu sebaiknya dipertimbangkan oleh calon ayah?
- Bagaimana penemuan jam molekuler progresif pada sperma dapat memengaruhi saran kesehatan publik untuk pria dewasa?
- Mengapa penting bagi peneliti untuk menemukan enzim yang menyebabkan pergeseran RNA pada sperma?
Artikel terkait
Studi: Paparan Informasi Kesehatan Rendah Kredibilitas di Internet
Peneliti University of Utah memantau lebih dari 1,000 orang dewasa AS selama empat minggu untuk melihat bagaimana mereka menemukan informasi kesehatan daring. Studi menemukan paparan rendah namun sangat terkonsentrasi pada kelompok tertentu, terutama lansia yang condong ke kanan.
Studi: Banyak Spesies Vertebrata Tersembunyi
Penelitian menemukan bahwa untuk setiap spesies vertebrata yang diakui, rata-rata ada dua spesies tersembunyi (kryptik). Spesies ini sulit dikenali secara morfologi tetapi berbeda berdasarkan DNA, sehingga berisiko kehilangan perlindungan konservasi.