Para peneliti di University of Georgia menganalisis DNA anjing, serigala, dan coyote. Mereka membandingkan banyak sampel untuk menemukan bagian genom yang berkaitan dengan telinga.
Hasil studi, yang dipublikasikan di Scientific Reports, menunjukkan variasi dekat gen MSRB3 berkaitan dengan tipe telinga (runcing atau menggantung) dan panjang telinga. Peneliti juga menemukan bahwa pengaruh gen tidak hanya satu sakelar sederhana, melainkan kombinasi alel yang berbeda.
Kata-kata sulit
- menganalisis — memeriksa data atau bahan untuk mendapat informasi
- genom — seluruh materi genetik di dalam organisme
- variasi — perbedaan bentuk atau ukuran di antara benda
- alel — versi berbeda dari sebuah gen
- sampel — bagian kecil yang diambil untuk pemeriksaan
- sakelar — alat atau mekanisme yang mengubah fungsi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda pernah melihat anjing atau hewan lain dengan telinga runcing dan menggantung? Ceritakan singkat.
- Mengapa menurut Anda penting untuk mengetahui gen yang berkaitan dengan bentuk telinga?
Artikel terkait
Dua faktor risiko demensia: gen dan kerusakan pembuluh darah
Penelitian memeriksa apakah gabungan varian gen APOE ε4 dan tanda kerusakan pembuluh darah di otak (WMH) meningkatkan risiko demensia. Hasil menunjukkan efek kedua faktor bersifat aditif dan kesehatan vaskular dapat dikendalikan.
Splicing alternatif terkait umur pada 26 spesies mamalia
Studi di Nature Communications membandingkan splicing alternatif pada 26 spesies mamalia (usia 2.2–37 tahun). Hasil menunjukkan pola splicing, terutama di otak, berhubungan dengan usia maksimal dan dikendalikan oleh protein pengikat RNA.