Demensia semakin meningkat di Afrika saat populasi menua. Pada 2015, Sub-Saharan Africa memiliki lebih dari dua juta orang dengan demensia, dan angka itu diperkirakan mendekati delapan juta pada 2050.
Para ilmuwan menekankan pentingnya penelitian genetik untuk memahami penyakit ini. Di beberapa tempat, tenaga kesehatan bekerja sama dengan dukun dan pemimpin agama untuk mengurangi stigma. Di Tanzania, tim meneliti alat digital yang menganalisis suara dan membandingkannya dengan penanda darah untuk deteksi dini. Para pembicara juga menekankan peran praktik tradisional dan gaya hidup dalam menjaga kesehatan otak.
Kata-kata sulit
- demensia — penyakit yang mengganggu ingatan dan pikiran
- menua — menjadi lebih tua karena bertambahnya usia
- penelitian genetik — studi tentang gen dan hubungan penyakit
- stigma — sikap negatif atau malu terhadap orang lain
- dukun — orang yang memberi pengobatan tradisional atau spiritual
- penanda darah — zat dalam darah yang menunjukkan kondisi kesehatan
- deteksi dini — menemukan penyakit atau masalah sejak tahap awal
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda dukun atau pemimpin agama bisa membantu orang dengan demensia?
- Apakah Anda setuju penelitian genetik penting untuk memahami penyakit? Mengapa?
- Kebiasaan gaya hidup apa yang bisa membantu menjaga kesehatan otak menurut Anda?
Artikel terkait
AI bantu layanan kesehatan di Sudan
Sistem kesehatan Sudan tertekan setelah hampir dua tahun perang. WHO memperingatkan kekurangan staf dan obat. Pejabat kesehatan mengatakan Sudan mulai memakai kecerdasan buatan untuk membantu perawatan di tempat layanan tradisional tidak lagi menjangkau.
Antibodi Rekayasa untuk Melawan HCMV
Peneliti mengembangkan antibodi rekayasa yang mencegah human cytomegalovirus (HCMV) mengelabui sistem kekebalan. Dalam uji laboratorium antibodi ini mengurangi penyebaran virus, namun masih diperlukan pengujian lebih lanjut sebelum dipakai secara klinis.