Sebuah tim peneliti mengembangkan Model COP untuk memahami berita palsu. Model itu melihat tiga hal dalam setiap berita: kebenaran, daya emosional, dan relevansi dengan hidup orang.
Tim lalu menganalisis lebih dari 10.000 cuitan tentang COVID-19. Mereka mengukur like dan jumlah balasan negatif untuk melihat reaksi publik. Hasilnya menunjukkan nada emosional—terutama emosi negatif seperti takut dan marah—mendorong like danแชร์ meskipun konten kurang benar.
Para peneliti menyarankan platform dapat memakai rasio like terhadap balasan dan nada emosional untuk menandai unggahan bermasalah. Mereka juga menekankan pentingnya literasi media di sekolah.
Kata-kata sulit
- mengembangkan — membuat atau memperbaiki sesuatu secara bertahap
- kebenaran — keadaan sesuai fakta atau tidak salah
- daya emosional — kekuatan perasaan yang mempengaruhi orang
- cuitan — pesan singkat yang diposting di Twitter
- rasio — perbandingan dua angka atau jumlah
- literasi media — kemampuan memahami dan menilai informasi media
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah Anda melihat berita yang kuat emosinya di media sosial? Bagaimana reaksi Anda?
- Menurut Anda, bagaimana sekolah bisa mengajarkan literasi media?
- Apakah Anda setuju platform harus menandai unggahan bermasalah? Mengapa?
Artikel terkait
Kebakaran Los Angeles Januari 2025 dan Lonjakan Kunjungan Kesehatan Virtual
Penelitian menunjukkan kebakaran hutan di Los Angeles pada Januari 2025 menurunkan kualitas udara dan meningkatkan kunjungan kesehatan virtual, terutama untuk masalah pernapasan dan kardiovaskular. Data berasal dari 3,7 juta anggota Kaiser Permanente.
Steven Tang Menggambar Makanan Lokal di Hong Kong
Seniman 26 tahun Steven Tang menggambar hidangan lokal dengan pensil warna dan mempostingnya di Instagram sejak 2018. Halamannya punya lebih dari 45,000 pengikut; ia tampil di Art Central 2023 dan merencanakan pameran solo tahun depan.