Para peneliti di University of California, Riverside meneliti bagaimana minyak kedelai memengaruhi berat badan dan metabolisme pada tikus. Mereka menerbitkan temuan di Journal of Lipid Research.
Dalam percobaan, tikus yang makan diet tinggi lemak kaya minyak kedelai menjadi lebih gemuk. Kelompok tikus yang direkayasa secara genetik tidak mengalami kenaikan berat badan meskipun makan diet sama. Protein hati HNF4α berbeda pada tikus transgenik itu, dan tikus ini memiliki jumlah oxylipin lebih sedikit serta hati yang lebih sehat.
Hasil ini mendukung studi sebelumnya sejak 2015 dan menunjukkan konsumsi minyak kedelai di AS meningkat dari sekitar 2% menjadi hampir 10% dari total kalori.
Kata-kata sulit
- meneliti — melakukan penelitian untuk menemukan fakta baru
- memengaruhi — menyebabkan perubahan pada sesuatu atau seseorang
- metabolisme — proses tubuh mengubah makanan jadi energi
- transgenik — mengandung gen dari organisme lain
- oxylipin — molekul lemak yang terbuat dari asam lemak
- konsumsi — jumlah makanan atau minuman yang dimakan
- direkayasa secara genetik — mengubah gen atau sifat organisme secara buatan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah keluargamu sering menggunakan minyak kedelai saat memasak? Jelaskan singkat.
- Jika sebuah penelitian menunjukkan minyak tertentu membuat berat badan naik, apa yang mungkin kamu ubah dari cara memasakmu?
Artikel terkait
Kecerdasan buatan memperluas akses informasi kesehatan seksual
Organisasi dan peneliti di Amerika Latin menggunakan kecerdasan buatan untuk memberi informasi kesehatan seksual dan reproduksi kepada anak muda dan kelompok terpinggirkan. Proyek di Peru dan Argentina mengatasi hambatan bahasa, stigma, dan keterbatasan layanan.
Beras Joha dari India Menunjukkan Potensi Melawan Diabetes
Penelitian di India menemukan bahwa beras harum tradisional Joha dapat menurunkan kadar gula dan melindungi jantung pada uji laboratorium dan percobaan pada tikus. Para peneliti mendorong promosi dan kebijakan untuk mendukung penanaman Joha.